UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang pada bulan Maret-April 2023 dengan tujuan untuk mengetahui dan untuk mengetahui kendala-kendala yang membatasi penyuluh pertanian berperan secara baik. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Desa tersebut sudah sangat maju dengan penyuluh pertanian. Sampel penelitian diambil secara acak sebanyak 52 orang anggota kelompok tani dari jumlah populasi anggota kelompok tani sebanyak 111 orang. Data dianalisis menggunakan data menurut skala likert dengan menggunakan analisis rata-rata, presentase, dan frekuensi. Berdasarkan skor rata-rata dengan indikator peran penyuluh pertanian yang paling tinggi yaitu Edukator dengan rata-rata 3,21 dan presentase pencapaian skor maksimum sebesar 64,13% nilai ini termasuk dalam kategori “Cukup Berperan. Sedangkan indikator peran penyuluh pertanian yang paling rendah yaitu Motivator dengan rata-rata 2,90 dan presentase pencapaian skor maksimum sebesar 57,98% nilai ini termasuk dalam kategori “Cukup Berperan. Hal ini menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai edukator dalam melaksanakan perannya sebagai penyuluh adalah yang paling baik. Kemudian kendala-kendala yang membatasi penyuluh pertanian berperan secara baik adalah sebagai berikut: Kurangnya fasilitas atau bahan-bahan praktek dilapangan yang menunjang kelancaran proses kegiatan, Kurangnya partisipasi petani disaat ada kunjungan lapangan oleh penyuluh, Kurangnya pemahaman petani terhadap arahan atau penjelasan dari penyuluh.

Peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Desa Penfui Timur termasuk dalam kategori cukup berperan dengan skor rata-rata 3,018 dan persentase pencapaian skor maksimum sebesar 60,36%.Indikator peran tertinggi adalah edukator, sedangkan indikator terendah adalah motivator.Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya fasilitas praktik, partisipasi petani yang rendah selama kunjungan lapangan, serta rendahnya pemahaman petani terhadap arahan penyuluh.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan metode penyuluhan berbasis digital, seperti penggunaan aplikasi atau video edukasi, dapat meningkatkan pemahaman petani dan mengatasi keterbatasan dalam penyampaian informasi secara langsung. Kedua, perlu dikaji efektivitas pelatihan kelompok tani yang melibatkan simulasi lapangan dengan bahan dan alat yang lengkap, untuk melihat sejauh mana ketersediaan fasilitas praktik memengaruhi keterlibatan dan kemampuan petani dalam mengadopsi inovasi pertanian. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi strategi motivasi berkelanjutan yang dibangun dari dalam kelompok tani sendiri, seperti sistem mentoring sesama anggota atau sistem penghargaan, guna mengurangi ketergantungan pada penyuluh dan memperkuat peran internal kelompok dalam menjaga semangat belajar dan kerja sama. Studi-studi ini dapat membantu menciptakan sistem penyuluhan yang lebih mandiri, inklusif, dan responsif terhadap kondisi lapangan.

Read online
File size355.74 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test