STIQ WALISONGOSTIQ WALISONGO

ALBAYANALBAYAN

Dakwah hadis kini seringkali menemui tantangan-tantangan baru dalam suksesi pelaksanaannya, salah satunya adalah singgungannya dengan media sosial berbasis daring. Selain pengoptimalan materi dakwah yang disebarkan, efektivitas juga menjadi sebuah topik menarik dalam perbincangan perkembangan dakwah modern. Dalam hal ini, pembingkaian konten (framing) dirasa tepat untuk mengemas muatan dakwah untuk ditawarkan kepada umat dalam rangka efektivitasnya di media sosial. Namun, pertanyaan yang sekiranya dapat ditawarkan adalah bagaimana aplikasi teoritis mengenai konsep framing dapat bekerja pada konten-konten dakwah di media sosial? Berangkat dari rumusan tersebut, Penulis akan mengelaborasi paradigma dakwah melalui konten dari beberapa akun di Instagram, dengan basis hadis sebagai materi dakwahnya. Penulis memberikan segmentasi terhadap akun @hadispedia dan @pusatkajianhadis sebagai objek penelitian dengan menggunakan sinergi teoritis framing Robert N. Entman. Penelitian ini dibangun atas metode kualitatif yang berorientasi pada pengamatan konteks realita dan analisis literatur data digital. Penulis akan mengkaji fokus problem dengan orientasi secara deskriptif-eksploratif dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang optimal dan komperehensif. Argumentasi yang didapat dari penelitian ini adalah konsep framing yang diaktualisasikan pada konten-konten dakwah hadis, utamanya pada akun @hadispedia dan @pusatkajianhadis, dapat berperan dalam efektivitas pelaksanaan dakwah di media sosial.

Metode dakwah yang ditempuh dengan memanfaatkan piranti teknologi dapat menghasilkan efektivitas dakwah yang lebih optimal daripada metode dakwah konvensional sebelumnya.Penggunaan dalam melakukan pembingkaian (framing) terhadap muatan dakwah juga secara inklusif membentuk sebuah sudut pandang yang berbeda dalam melihat konten islam, khususnya hadis.Dalam hal ini, hadis tidak lagi dianaktirikan sebagai teks kuno yang tidak aktual terhadap konteks masa kini, melainkan sebagai sarana yang dapat diakses publik untuk mengetahui narasi-narasi islam.Implementasi ini secara konkrit telah tercermin pada akun-akun dakwah dalam media sosial berbasis daring, khususnya Instagram, yakni pada akun @hadispedia dan @pusatkajianhadis.Sebagai moda perusahaan dakwah yang telah diakses oleh banyak followers, keduanya saat ini telah membuat dakwah begitu efektif untuk menciptakan transformasi akhlak melalui konten islam yang berhasil diserap oleh umat muslim maupun konsumen media secara umum.Alhasil, model dakwah seperti ini perlu menjadi sebuah referensi baru dalam membuat metode dakwah yang efektif dan efisien.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana konten dakwah hadis dapat disesuaikan dengan berbagai segmen audiens di media sosial, termasuk dalam hal penggunaan bahasa, gaya penulisan, dan strategi komunikasi yang efektif. Kedua, penelitian dapat fokus pada analisis lebih mendalam tentang bagaimana framing dalam konten dakwah hadis dapat mempengaruhi persepsi dan penerimaan audiens terhadap pesan dakwah tersebut. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi kreatif dalam penyajian konten dakwah hadis di media sosial, seperti penggunaan ilustrasi, animasi, atau video, untuk meningkatkan efektivitas dakwah dan menarik perhatian audiens yang lebih luas.

  1. PENGARUH INFORMASI DALAM MEMBENTUK PERSEPSI (Perspektif Al-Quran dan Hadits) | Hefni | Jurnal Al-Hikmah:... doi.org/10.24260/al-hikmah.v8i1.68PENGARUH INFORMASI DALAM MEMBENTUK PERSEPSI Perspektif Al Quran dan Hadits Hefni Jurnal Al Hikmah doi 10 24260 al hikmah v8i1 68
Read online
File size765.77 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test