UMBUMB

Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri)Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri)

Karyawan perusahaan mebel, khususnya di bagian produksi, banyak melibatkan kegiatan fisik yang dapat menimbulkan kelelahan, gangguan muskuloskeletal, dan risiko cedera. Kelelahan pada pekerja menyebabkan menurunnya performansi dan berdampak pada menurunnya produktivitas. Pengamatan awal pekerja bagian produksi di perusahaan mebel di Yogyakarta merasakan pegal-pegal dan sakit di beberapa bagian tubuh seperti pergelangan tangan, punggung, leher, dan kaki setelah selesai bekerja. Oleh karena itu, perlu dicari solusi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut agar pekerja merasa nyaman dalam beraktivitas. Dalam pembahasan ini dilakukan perbaikan sistem kerja dengan pendekatan makro ergonomi untuk menurunkan kelelahan, keluhan muskuloskeletal, risiko cedera, dan meningkatkan produktivitas karyawan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan sama subjek (treatment by subject). Hasil penelitian dengan uji beda menunjukkan bahwa kelelahan, keluhan muskuloskeletal, dan risiko cedera terjadi penurunan secara signifikan dengan nilai probabilitas 0,000 dan 0,008 (p < 0,05) dengan tingkat penurunan kelelahan sebesar 25,07%, keluhan muskuloskeletal sebesar 10,91%, risiko cedera sebesar 7,27%. Sedangkan untuk produktivitas terjadi peningkatan secara signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan tingkat peningkatan produktivitas sebesar 36,96%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan sistem kerja yang dilakukan melalui pendekatan partisipatori berhasil menurunkan kelelahan kerja sebesar 25,07%, keluhan muskuloskeletal sebesar 10,91%, dan risiko cedera sebesar 7,27%.Selain itu, intervensi ergonomi ini juga secara signifikan meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 36,96%.Dengan demikian, pendekatan makro ergonomi terbukti efektif dalam meningkatkan kondisi kerja dan kinerja karyawan di perusahaan mebel.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh faktor-faktor lingkungan kerja lainnya, seperti pencahayaan dan ventilasi, terhadap kelelahan dan produktivitas karyawan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas pendekatan makro ergonomi dengan pendekatan ergonomi lainnya, seperti mikro ergonomi, dalam meningkatkan kondisi kerja dan kinerja karyawan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model ergonomi partisipatori yang lebih komprehensif dan mudah diterapkan di berbagai jenis industri, dengan mempertimbangkan karakteristik spesifik dari masing-masing industri. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan daya saing industri di Indonesia. Dengan memahami lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi kerja dan kinerja karyawan, perusahaan dapat merancang sistem kerja yang lebih efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan.

Read online
File size467.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test