UISUUISU

Jurnal Kedokteran Ibnu NafisJurnal Kedokteran Ibnu Nafis

Stres adalah suatu perasaan yang dialami apabila seseorang menerima tekanan. Stres sebagai kondisi individu yang dipengaruhi oleh lingkungan. Stress dapat dikarenakan adanya ketimpangan antara tekanan yang dialami individu dengan kemampuannya dalam menghadapi serta mengatasi tekanan tersebut. Individu membutuhkan energi yang cukup untuk menghadapi situasi stres agar tidak mengganggu kesejahteraan mereka. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 10 orang mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi, didapati beberapa dari mereka mengalami kualitas tidur yang buruk seperti durasi tidur yang berkurang, sulit untuk memulai tidur, dan sering terbangun saat tengah malam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stress terhadap kualitas tidur pada Mahasiswa FK UISU. Penelitian ini adalah penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dengan desain cross sectional (potong lintang) yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 145 orang. Pada penelitian menggunakan kuesioner DASS-42 untuk mengetahui tingkat stress dan kuesioner PSQI untuk mengetahui kualitas tidur. Pengujian data menggunakan analisis bivariat yang digunakan untuk data kategorik tidak berpasangan yaitu uji somersd. Dari pengujian uji somers d menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stess dengan kualitas tidur.

Kategori tertinggi pada tingkat stres adalah kategori sangat parah dan kategori tertinggi pada kualitas tidur responden adalah kurang baik.Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur.Hubungan tersebut termasuk dalam kategori lemah dan bernilai positif, artinya semakin tinggi tingkat stres, semakin buruk kualitas tidur.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik dari lingkungan akademik yang paling berkontribusi terhadap stres dan gangguan tidur pada mahasiswa kedokteran, agar dapat dirancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi longitudinal untuk mengevaluasi bagaimana perubahan tingkat stres dari semester ke semester memengaruhi pola tidur mahasiswa secara dinamis selama masa perkuliahan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas intervensi berbasis manajemen stres atau promosi tidur sehat yang dirancang khusus untuk mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhir, untuk melihat apakah pendekatan tersebut mampu memperbaiki kualitas tidur secara signifikan.

Read online
File size291.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test