UMPRUMPR
Anterior JurnalAnterior JurnalPenelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian secara kuantitatif terhadap keberhasilan kinerja petani dalam membangun hutan rakyat ditinjau dari aspek fisik tanaman (penampakan) di lahan dalam program kegiatan hutan rakyat serta melakukan penilaian ditinjau dari aspek sosial ekonomi petani (dalam hal ini adalah peningkatan sumber daya petani, penerimaan dana pembangunan hutan rakyat dan tenaga kerja). Penelitian ini dilaksanakan di 2 (dua) desa, yaitu desa Jabiren dan desa Garung. Kedua desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian ini secara efektif dilaksanakan selama 4 (empat) bulan yaitu pada bulan Maret sampai bulan Juni 2017. Penilaian umum keberhasilan kinerja petani terhadap aspek fisik tanaman adalah pada klasifikasi gagal (hasil penilaian yang buruk). Di desa Jabiren ada 12 petani berkategori gagal dari 20 petani yang ada (60%) sedangkan di desa Garung ada 10 petani masuk dalam kategori gagal dari 15 petani yang ada (66,7%). Penyebaran, pendistribusian dan penyerapan tenaga kerja secara umum membantu petani keluarga dalam program masyarakat hutan pada penelitian umum di kedua lokasi tersebut berklasifikasi (hasil penilaian yang baik). Nilai keberhasilan aspek sosial Ekonomi pada klasifikasi tinggi di desa Jabiren ada 9 petani dari 20 petani (45%) dan di Garung ada 7 petani dari 15 petani (46,7%). Keberhasilan bagian lahan pada umumnya menyebabkan kebun meskipun rata-rata luas lahan ≤ 2 ha dan telah ada tanaman tumpangsari tanaman (bisa untuk dijual) sehingga lebih banyak orang melestarikan tanaman hutan.
Secara umum, penilaian keberhasilan kinerja petani pada aspek fisik tanaman berada pada klasifikasi gagal.Di Desa Jabiren, 60% petani dikategorikan gagal, sementara di Desa Garung mencapai 66,7%.Namun, dari aspek sosial ekonomi, penilaian keberhasilan tergolong sedang hingga tinggi karena adanya peningkatan sumber daya petani, penerimaan bantuan, dan penyerapan tenaga kerja keluarga.Keberhasilan ini didukung oleh pemanfaatan lahan kebun dan sistem tumpangsari yang memberi manfaat ekonomi sehingga mendorong pelestarian hutan rakyat.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh ukuran lahan terhadap keberhasilan pemeliharaan hutan rakyat, khususnya pada petani dengan lahan lebih dari 1 hektar, untuk mengetahui batas maksimal luas lahan yang dapat dikelola secara efektif tanpa mengorbankan pemeliharaan tanaman. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan penyuluhan dan sosialisasi hutan rakyat dalam mendorong partisipasi aktif petani—apakah bentuk, frekuensi, dan materi penyuluhan yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan dan pemahaman masyarakat setempat. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut mengenai sistem tumpangsari tanaman hutan rakyat: jenis tanaman sela apa yang paling mendukung pertumbuhan tanaman pokok sekaligus memberikan pendapatan tambahan, agar dapat direkomendasikan sebagai model usaha tani berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekologis dan ekonomi.
| File size | 183.98 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIHPANCORIAIHPANCOR Sampah menjadi salah satu permasalahan yang tidak pernah ada habisnya karena akan terus dihasilkan selama manusia ada, serta keberadaannya selalu menimbulkanSampah menjadi salah satu permasalahan yang tidak pernah ada habisnya karena akan terus dihasilkan selama manusia ada, serta keberadaannya selalu menimbulkan
UMPOUMPO Pelaksanaan Program P2KP atau PNPM Mandiri Perkotaan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa partisipasi masyarakat setempat. Bantuan yang digulirkan dalamPelaksanaan Program P2KP atau PNPM Mandiri Perkotaan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa partisipasi masyarakat setempat. Bantuan yang digulirkan dalam
HK PUBLISHINGHK PUBLISHING Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil dari penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan strategis dalam pemberdayaan masyarakatDengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil dari penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan strategis dalam pemberdayaan masyarakat
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Sebagai pemangku kepentingan di masyarakat, perusahaan dapat melakukan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di masyarakat yang bersinggunganSebagai pemangku kepentingan di masyarakat, perusahaan dapat melakukan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di masyarakat yang bersinggungan
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Program ini melakukan intervensi terhadap 36 balita stunting, memberikan sosialisasi gizi kepada 24 ibu hamil dan 55 ibu balita, serta melatih 25 kaderProgram ini melakukan intervensi terhadap 36 balita stunting, memberikan sosialisasi gizi kepada 24 ibu hamil dan 55 ibu balita, serta melatih 25 kader
GREENPUBGREENPUB Program ini juga meningkatkan literasi keuangan di antara peserta dan mengenalkan konsep akuntansi hijau, sehingga mengubah persepsi terhadap pengeluaranProgram ini juga meningkatkan literasi keuangan di antara peserta dan mengenalkan konsep akuntansi hijau, sehingga mengubah persepsi terhadap pengeluaran
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Hal utama yang menjadi hambatan adalah kurangnya koordinasi dan komunikasi antara Kantor Pertanahan, kecamatan, dan masyarakat. Meskipun telah ada upayaHal utama yang menjadi hambatan adalah kurangnya koordinasi dan komunikasi antara Kantor Pertanahan, kecamatan, dan masyarakat. Meskipun telah ada upaya
Yogya UMBYogya UMB Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,005). Para peserta melaporkan bahwa pelatihan sangat bermanfaatHasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,005). Para peserta melaporkan bahwa pelatihan sangat bermanfaat
Useful /
POLMEDPOLMED Budidaya ayam broiler membutuhkan pemantauan suhu dan kelembaban yang tepat. Sistem Broibrix dirancang untuk mendeteksi suhu dan kelembaban pada beberapaBudidaya ayam broiler membutuhkan pemantauan suhu dan kelembaban yang tepat. Sistem Broibrix dirancang untuk mendeteksi suhu dan kelembaban pada beberapa
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Namun, efektivitasnya dalam mengurangi stunting tetap terbatas karena rendahnya kepatuhan di tingkat rumah tangga, lemahnya mekanisme penegakan, dan koordinasiNamun, efektivitasnya dalam mengurangi stunting tetap terbatas karena rendahnya kepatuhan di tingkat rumah tangga, lemahnya mekanisme penegakan, dan koordinasi
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Manajemen perbatasan RI‑RDTL terhambat oleh dikotomi struktural antara keamanan dan kesejahteraan, sehingga pendekatan koordinasi sektoral terpisah tidakManajemen perbatasan RI‑RDTL terhambat oleh dikotomi struktural antara keamanan dan kesejahteraan, sehingga pendekatan koordinasi sektoral terpisah tidak
UMPRUMPR Strategi perencanaan yang mencakup materi, sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan metode pembelajaran dinilai baik, meskipun masih ada ruangStrategi perencanaan yang mencakup materi, sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan metode pembelajaran dinilai baik, meskipun masih ada ruang