POLMEDPOLMED

Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)

Permasalahan utama yang dihadapi peternak ruminansia skala kecil adalah tingginya biaya pakan dan rendahnya efisiensi konsumsi hijauan, yang berdampak langsung pada peningkatan biaya produksi dan penurunan margin keuntungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi pakan ternak kambing melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah rumput serta penguatan manajemen pemberian pakan. Kegiatan dilaksanakan pada peternak kambing mitra di Desa Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, melalui tahapan survei kebutuhan, perancangan dan pembuatan mesin pencacah rumput berkapasitas 100 kg/jam, pelatihan operasional dan perawatan mesin, serta pendampingan manajemen pakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin pencacah mampu menurunkan pakan hijauan yang terbuang dari sekitar 40% menjadi kurang dari 10%, sehingga terjadi penghematan biaya pakan hingga ±30% per bulan. Selain itu, peningkatan efisiensi konsumsi pakan berdampak pada percepatan pertambahan bobot badan ternak dan pemendekan waktu penggemukan. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen pakan efektif meningkatkan efisiensi usaha peternakan rakyat serta berpotensi meningkatkan keberlanjutan ekonomi mitra.

Program pengabdian berhasil mengimplementasikan mesin pencacah rumput sebagai solusi inefisiensi pakan pada peternakan kambing skala kecil.Penggunaan mesin mampu menurunkan limbah pakan dari 35–40% menjadi kurang dari 5%, sehingga menghemat biaya pakan sebesar 30–40% per bulan.Selain itu, program ini meningkatkan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pendampingan, sehingga mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha peternakan secara holistik.

Pertama, perlu diteliti bagaimana desain mesin pencacah rumput bisa dimodifikasi agar dapat menggunakan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, sehingga lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada listrik atau bahan bakar fosil di daerah terpencil. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan sistem digital pencatatan pakan dan pertumbuhan ternak berbasis aplikasi sederhana di ponsel, agar peternak dapat memantau kesehatan dan efisiensi pakan secara real-time tanpa membutuhkan keahlian teknis tinggi. Ketiga, perlu dikembangkan model pelatihan berjenjang di tingkat komunitas, di mana peternak yang sudah terampil menggunakan mesin dan menerapkan manajemen pakan bisa menjadi pelatih bagi peternak lain, sehingga penyebaran teknologi dan pengetahuan bisa lebih masif dan berkelanjutan. Penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi potensi mesin ini sebagai pusat layanan komunitas, di mana mesin tidak hanya digunakan sendiri tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan melalui jasa pencacahan untuk peternak sekitar. Dengan begitu, teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi pakan, tetapi juga memperkuat jaringan ekonomi lokal dan kohesi sosial antar peternak. Penelitian tentang pengaruh pencacahan pakan terhadap kualitas daging dan kesehatan ternak secara klinis juga diperlukan, agar manfaat teknologi bisa dibuktikan secara ilmiah lebih lanjut. Selain itu, penting mengevaluasi umur pakai mesin dan biaya perawatannya dalam jangka panjang, sehingga desain mesin bisa diperbaiki agar lebih tahan lama dan mudah diperbaiki di lapangan. Pendekatan gabungan antara teknologi, digitalisasi, dan pemberdayaan sosial seperti ini dapat menjadi fondasi pengembangan peternakan berkelanjutan di tingkat rakyat kecil. Dengan strategi tersebut, dampak dari mesin pencacah rumput bisa meluas dari sekadar alat efisiensi menjadi bagian dari ekosistem pertanian modern berbasis komunitas. Oleh karena itu, penelitian masa depan perlu melihat bagaimana integrasi teknologi, pelatihan, dan model bisnis layanan dapat saling mendukung dalam meningkatkan kesejahteraan peternak secara holistik.

  1. PENGARUH PEMBERIAN BUBUR INSTAN GEMBILI (Dioscorea esculenta) CAMPURAN ISOLAT PROTEIN KORO PEDANG (Canavalia... doi.org/10.21776/ub.jtp.2022.023.03.6PENGARUH PEMBERIAN BUBUR INSTAN GEMBILI Dioscorea esculenta CAMPURAN ISOLAT PROTEIN KORO PEDANG Canavalia doi 10 21776 ub jtp 2022 023 03 6
Read online
File size684.83 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test