POLMEDPOLMED

Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan penenun ulos di Kecamatan Parbaba, Kabupaten Samosir, dalam menghitung harga pokok produksi (HPP) dan menyusun pencatatan biaya secara sistematis. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah penetapan harga jual yang masih bersifat intuitif dan tidak berdasarkan perhitungan biaya yang akurat, sehingga berdampak pada rendahnya margin keuntungan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pendampingan langsung, simulasi perhitungan biaya, serta diskusi kelompok bersama penenun lainnya. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa mitra utama, Ibu Nanti Sipakkar, berhasil memahami komponen biaya secara lebih terstruktur, meliputi bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja langsung, dan penyusutan alat tenun. Format pencatatan sederhana yang diperkenalkan juga membantu penenun melakukan pembukuan manual tanpa ketergantungan perangkat digital. Selain itu, kegiatan menemukan bahwa sebagian besar penenun di kawasan tersebut belum memiliki sistem pencatatan biaya dan cenderung bergantung pada pengepul dalam menentukan harga jual. Dampak kegiatan tampak pada meningkatnya kemampuan mitra dalam menghitung HPP, memahami margin laba, serta merencanakan efisiensi produksi. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pelatihan lanjutan mengenai digitalisasi pencatatan, strategi pemasaran berbasis media sosial, dan peningkatan kualitas produk agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.

Kegiatan pengabdian di Kecamatan Parbaba, Kabupaten Samosir, berhasil meningkatkan kapasitas manajerial penenun ulos melalui pendampingan penghitungan biaya dan penetapan harga pokok produksi, sehingga mereka memahami komponen biaya secara lebih sistematis dan mampu membedakan biaya serta laba dengan jelas.Program ini juga memperkenalkan format pencatatan sederhana yang mendorong kebiasaan pembukuan mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pengepul dalam menentukan harga.Selain memperbaiki efisiensi dan kepercayaan diri para penenun dalam mengelola usaha, kegiatan ini memberi pengalaman praktis bagi tim dan mahasiswa dalam menerapkan akuntansi biaya pada sektor budaya.Ke depan, pendampingan lanjutan terkait digitalisasi pencatatan, pemasaran berbasis media sosial, dan peningkatan kualitas produk diperlukan agar UMKM tenun ulos lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.

Berdasarkan hasil penelitian dan pendampingan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak digitalisasi pencatatan biaya terhadap efisiensi dan profitabilitas UMKM tenun ulos, dengan fokus pada analisis perbandingan antara metode pencatatan manual dan digital. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran berbasis media sosial yang efektif untuk meningkatkan jangkauan pasar dan memperkuat branding produk ulos, termasuk analisis segmentasi pasar dan preferensi konsumen. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produk ulos, seperti pemilihan bahan baku, teknik tenun, dan desain motif, serta merumuskan rekomendasi peningkatan kualitas yang sesuai dengan tren pasar dan selera konsumen. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing UMKM tenun ulos di era globalisasi, serta melestarikan warisan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Read online
File size697.4 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test