UNSUNS
Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and BiotechnologySitophilus oryzae merupakan salah satu hama utama yang menyerang beras dan menyebabkan kerugian kuantitatif serta kualitatif selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa varietas beras terhadap daya tarik, perkembangan populasi, dan kerugian berat beras akibat infestasi S. oryzae. Penelitian dilakukan menggunakan uji pilihan bebas untuk mengukur daya tarik, observasi perkembangan populasi, dan pengukuran kerugian berat pada empat varietas beras, yaitu beras merah, beras putih, beras hitam, dan beras cokelat. Hasil menunjukkan bahwa beras merah memiliki tingkat palatabilitas dan laju pertumbuhan populasi tertinggi, diikuti oleh beras hitam, kemudian beras cokelat. Sebaliknya, beras putih memiliki daya tarik, laju pertumbuhan populasi, dan kerugian berat yang paling rendah. Pola penurunan berat beras konsisten dengan tingkat populasi hama, di mana varietas dengan populasi S. oryzae lebih tinggi mengalami persentase kerugian berat yang lebih besar. Perbedaan respons S. oryzae terhadap varietas beras diduga terkait dengan karakteristik fisik dan kimia beras, termasuk kandungan nutrisi dan struktur butiran, yang memengaruhi preferensi dan keberhasilan perkembangan hama. Penelitian ini menunjukkan bahwa varietas beras berpotensi digunakan sebagai komponen penting dalam strategi pengelolaan hama pasca panen, terutama dalam upaya mengurangi kerugian selama penyimpanan melalui pemilihan varietas yang relatif lebih tahan terhadap infestasi S. oryzae serta pemanfaatan varietas beras untuk pengembangan penarik hama.
Varietas beras memberikan pengaruh signifikan terhadap daya tarik, perkembangan populasi, dan tingkat kerusakan akibat infestasi Sitophilus oryzae selama penyimpanan.Beras merah menunjukkan nilai tertinggi dalam daya tarik, laju pertumbuhan populasi, dan kerugian berat, sedangkan beras putih menunjukkan nilai terendah untuk semua parameter yang diamati.Perbedaan respons hama terhadap masing-masing varietas beras menunjukkan bahwa karakteristik fisik dan komposisi nutrisi butiran berperan penting dalam menentukan preferensi dan keberhasilan perkembangan S.
Pertama, perlu dikaji lebih dalam mengapa beras merah paling menarik bagi S. oryzae dengan meneliti komposisi senyawa volatil dan kandungan nutrisi spesifik yang menjadi daya tarik utama, agar dapat dimanfaatkan untuk membuat perangkap berbasis umpan alami. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kombinasi varietas beras tahan hama, seperti beras putih, dengan varietas yang menarik hama dalam sistem penyimpanan tercampur, untuk melihat apakah strategi pengalihan hama (trap cropping) dapat diterapkan di gudang penyimpanan. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana proses pengolahan pasca panen, seperti tingkat penggilingan atau perlakuan panas, memengaruhi ketahanan beras merah, hitam, cokelat, dan putih terhadap infestasi S. oryzae, sehingga dapat dirancang metode pengolahan yang mempertahankan kualitas gizi namun mengurangi risiko serangan hama. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu petani dan pengelola gudang dalam memilih varietas dan metode penyimpanan yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan interaksi antara kondisi lingkungan penyimpanan seperti kelembapan dan suhu dengan ketahanan varietas beras terhadap hama. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, strategi pengendalian hama dapat dirancang secara holistik tanpa bergantung pada insektisida kimia. Selain itu, pengembangan varietas unggul yang secara alami tahan hama perlu dieksplorasi lebih lanjut berdasarkan profil kimia dan fisik butiran beras yang ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian juga dapat dikembangkan untuk menguji respons S. oryzae terhadap campuran varietas beras dalam skala nyata. Hasilnya akan memberikan panduan praktis dalam mengelola stok beras secara lebih aman. Pendekatan ini mendukung sistem penyimpanan pascapanen yang berkelanjutan dan berbasis ekologi.
| File size | 296.71 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UWMYUWMY Mayonnaise konvensional memiliki kandungan lemak dan kolesterol tinggi karena penggunaan minyak dan kuning telur sebagai emulsifier. Penelitian ini mengembangkanMayonnaise konvensional memiliki kandungan lemak dan kolesterol tinggi karena penggunaan minyak dan kuning telur sebagai emulsifier. Penelitian ini mengembangkan
STIKESHBSTIKESHB Metode pengujian organoleptik dengan metode hedonik. Uji statistik untuk organoleptik menggunakan uji Friedman dan untuk karbohidrat serta serat kasarMetode pengujian organoleptik dengan metode hedonik. Uji statistik untuk organoleptik menggunakan uji Friedman dan untuk karbohidrat serta serat kasar
UMSIDAUMSIDA Tepung ampas tahu adalah hasil olahan produk yang berasal dari ampas tahu yang masih basah dan diolah dengan cara dikeringkan menggunakan sinar matahariTepung ampas tahu adalah hasil olahan produk yang berasal dari ampas tahu yang masih basah dan diolah dengan cara dikeringkan menggunakan sinar matahari
JOURNAL JPSJOURNAL JPS Evaluasi fisik terhadap sediaan nanoemulgel menghasilkan hasil sediaan yang homogen, uji daya sebar 5,03±0,21 cm, uji daya lekat 2,9±0,41 detik, viskositasEvaluasi fisik terhadap sediaan nanoemulgel menghasilkan hasil sediaan yang homogen, uji daya sebar 5,03±0,21 cm, uji daya lekat 2,9±0,41 detik, viskositas
UWMYUWMY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakteristik fisik dan kimia edible film berbasis pati ubi jalar unguPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakteristik fisik dan kimia edible film berbasis pati ubi jalar ungu
UWMYUWMY Serbuk daun jati memengaruhi karakteristik fisik edible film dengan meningkatkan ketebalan namun menurunkan tensile strength dan elongasi. Penelitian lanjutanSerbuk daun jati memengaruhi karakteristik fisik edible film dengan meningkatkan ketebalan namun menurunkan tensile strength dan elongasi. Penelitian lanjutan
UWMYUWMY Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan penambahan pure labu kuning dan terdiri dari empat taraf perlakuan: 10%, 20%,Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan penambahan pure labu kuning dan terdiri dari empat taraf perlakuan: 10%, 20%,
YALAMQAYALAMQA Diperoleh curah hujan maksimum tahunan 121.78 mm sedangkan hujan rata-rata diperoleh 12.178 mm, besar nilai PMP (Probable Maximum Precipitation) pada sungaiDiperoleh curah hujan maksimum tahunan 121.78 mm sedangkan hujan rata-rata diperoleh 12.178 mm, besar nilai PMP (Probable Maximum Precipitation) pada sungai
Useful /
UNSUNS Pineapple (Ananas comosus) is a popular fruit crop in Indonesia. Pineapple crowns are one of the planting materials used in pineapple cultivation; however,Pineapple (Ananas comosus) is a popular fruit crop in Indonesia. Pineapple crowns are one of the planting materials used in pineapple cultivation; however,
UNSUNS Perkiraan heritabilitas broad-sense dari karakteristik yang dievaluasi berkisar dari rendah hingga moderat. Karakteristik panjang, diameter, dan beratPerkiraan heritabilitas broad-sense dari karakteristik yang dievaluasi berkisar dari rendah hingga moderat. Karakteristik panjang, diameter, dan berat
UMSIDAUMSIDA Uji organoleptik dilaksanakan menggunakan metode hedonik pada atribut penampakan, rasa, aroma, dan tekstur dengan melibatkan 50 panelis tidak terlatih.Uji organoleptik dilaksanakan menggunakan metode hedonik pada atribut penampakan, rasa, aroma, dan tekstur dengan melibatkan 50 panelis tidak terlatih.
UMSIDAUMSIDA Pada tahun 2022, total panen KSU Buah Ketakasi mencapai 1. 560 ton biji kopi hijau. Dengan semakin berkembangnya pasar global, permintaan terhadap kopiPada tahun 2022, total panen KSU Buah Ketakasi mencapai 1. 560 ton biji kopi hijau. Dengan semakin berkembangnya pasar global, permintaan terhadap kopi