UPSUPS

Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang Teknik

Pembelajaran materi getaran mekanis sebagai dasar pengetahuan mahasiswa tentang kekuatan konstruksi mesin membutuhkan visual dasar seperti alat peraga untuk membantu memahami materi. Getaran Mekanis dipelajari dari sistem derajat paling sedikit yaitu 1 derajat kebebasan / 1 degree of freedom (1DOF). Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu melakukan pembuatan desain alat dengan solid work, pemilihan bahan serta komponen dan proses perakitan, kemudian pengujian bahan komposit dengan uji impact dan uji bending, serta pengujian getaran pada alat. Pengujian bahan komposit pada kekuatan impact menunjukkan hasil nilai rata-rata harga impact tertinggi pada variasi lurus miring yaitu 0,029 J/mm2 dan nilai rata-rata harga impact terendah pada variasi susunan serat miring yaitu 0,009 J/mm2. Pengujian bending menunjukkan rata-rata tegangan bending paling tinggi pada variasi susunan lurus miring yaitu 24,59 MPa sedangkan rata-rata tegangan bending terendah pada variasi susunan serat miring yaitu 22,11 MPa. Dari hasil uji kekuatan impact dan bending komposit maka dipilih komposit dengan arah serat lurus miring yang dibuat sebagai bahan peredam. Hasil dari pengukuran getaran dengan vibration tester meter menunjukkan pengaruh putaran mesin pada kenaikan accelerasi dan displacement alat peraga getaran 1 DOF. Data juga menunjukkan bahwa efek peredam dapat mengurangi besarnya getaran yang terjadi. Putaran mesin tertinggi pada alat peraga getaran 1 DOF dengan peredam komposit yaitu sebesar 521,67 Rpm menghasilkan frekuensi getaran 1,724 Hz.

Penelitian ini menunjukkan tahapan pembuatan alat peraga 1 DOF meliputi desain, pemilihan material, pembuatan komponen, dan perakitan.Pengujian bahan komposit menunjukkan bahwa variasi susunan serat lurus miring memiliki kekuatan bending dan impact tertinggi dibandingkan variasi lainnya.Efektivitas peredam komposit terbukti mampu mengurangi frekuensi getaran pada alat peraga 1 DOF.

Pertama, perlu diteliti efektivitas peredam komposit berbasis serat ijuk pada sistem getaran dengan lebih dari 1 derajat kebebasan untuk mengevaluasi kinerjanya dalam sistem yang lebih kompleks. Kedua, perlu dikaji pengaruh variasi fraksi campuran serat ijuk dan resin polyester terhadap sifat redamasi getaran untuk menemukan rasio optimal yang memberikan performa terbaik dalam meredam getaran. Ketiga, penting untuk menguji ketahanan dan umur pakai peredam komposit dalam kondisi operasional jangka panjang, termasuk paparan suhu tinggi dan kelembapan, guna menilai kelayakannya dalam aplikasi mesin riil. Penelitian lanjutan dapat dirancang untuk membandingkan performa peredam serat alam ini dengan peredam sintetis yang sudah umum digunakan. Selain itu, bisa dieksplorasi modifikasi bentuk geometri peredam untuk meningkatkan luas permukaan kontak dan efisiensi penyerapan energi getaran. Studi tentang integrasi sensor sederhana pada alat peraga juga dapat dilakukan untuk memungkinkan monitoring getaran secara real time dalam konteks pembelajaran. Pengembangan alat peraga yang bisa menampilkan data getaran langsung ke perangkat digital dapat menjadi inovasi berikutnya. Penelitian juga bisa mengarah pada analisis biaya-manfaat pembuatan peredam komposit serat ijuk dibandingkan material konvensional. Eksperimen dengan jenis serat alam lainnya yang tersedia lokal juga layak dilakukan untuk memperluas alternatif material peredam ramah lingkungan. Semua ini dapat mendukung pengembangan solusi peredaman getaran yang murah, efisien, dan berkelanjutan khususnya untuk kebutuhan pendidikan dan industri kecil.

Read online
File size809.03 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test