STIM YKPNSTIM YKPN

Telaah BisnisTelaah Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap perilaku inovatif yang dimediasi oleh work engagement pada karyawan Gen Z. Survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang didistribusikan melalui Google Forms. Sebanyak 155 respons diterima dari karyawan Gen Z di tiga kota di Jawa Timur. Data dianalisis menggunakan software SmartPLS dengan pendekatan partial least squares-based structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki dampak signifikan terhadap perilaku inovatif. Selain itu, ditemukan bahwa work engagement memediasi hubungan antara self-efficacy dan perilaku inovatif. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku inovatif karyawan Gen Z, perusahaan dapat menerapkan manajemen sumber daya manusia secara efektif. Mendapatkan, mengembangkan, dan mempertahankan karyawan Gen Z dengan self-efficacy tinggi sangat penting untuk meningkatkan work engagement dan selanjutnya meningkatkan perilaku inovatif.

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak self-efficacy terhadap perilaku inovatif, serta peran mediasi work engagement dalam hubungan tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh positif terhadap perilaku inovatif.Selain itu, work engagement ditemukan sebagai mediator yang menjelaskan mekanisme bagaimana self-efficacy mempengaruhi perilaku inovatif.Temuan ini mendukung teori kognitif sosial yang menyatakan bahwa self-efficacy adalah penggerak penting bagi individu untuk menginvestasikan sumber daya mereka dalam pekerjaan, yang pada gilirannya mendorong perilaku kerja positif.Referensi terhadap objek penelitian, temuan ini menunjukkan bahwa karyawan Gen Z dengan self-efficacy tinggi kemungkinan akan mengalami peningkatan work engagement.Mereka akan menjadi lebih bersemangat dan fokus dalam pekerjaan mereka.Work engagement ini akhirnya memungkinkan mereka untuk berperilaku inovatif.Mereka akan mampu menghasilkan ide-ide baru untuk menyelesaikan masalah dan menyelesaikan pekerjaan mereka.Berdasarkan hasil penelitian ini, self-efficacy adalah karakteristik kepribadian yang harus dimiliki oleh karyawan Gen Z, terutama mereka yang bekerja di bidang pemasaran produk.Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kinerja sistem perekrutan dan seleksi pelamar untuk menarik pelamar dengan kepercayaan diri yang tinggi.Karena Gen Z cenderung mencari solusi dengan cepat, disarankan bagi perusahaan untuk merekrut pelamar dengan kompetensi yang memadai yang dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.Kompetensi yang mereka miliki dapat menjadi sumber daya kuat untuk meningkatkan self-efficacy mereka.Khususnya dalam konteks pemasaran produk, jumlah pengguna media sosial semakin meningkat, mendorong perusahaan untuk mengelola kehadiran mereka di platform ini untuk meningkatkan penjualan produk mereka.Karyawan Gen Z perlu memiliki kompetensi untuk mengelola platform media sosial perusahaan dan bahkan membuat mereka lebih menarik.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki peran self-efficacy dalam perilaku inovatif karyawan Gen Z di berbagai industri, bukan hanya di bidang pemasaran. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor situasional yang dapat berinteraksi dengan self-efficacy, seperti dukungan supervisor dan organisasi, serta spiritualitas di tempat kerja. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi untuk meningkatkan self-efficacy dan work engagement karyawan Gen Z, serta mengukur dampak intervensi tersebut terhadap perilaku inovatif mereka.

Read online
File size423.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test