UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU
Jurnal Ilmiah Syi'arJurnal Ilmiah Syi'arMasa remaja adalah masa perkembangan yang sangat penting dalam dinamika kehidupan karena saat ini remaja memiliki kecenderungan yang dikenal dengan Identity Versus Identity Confusion yang merupakan tugas utama remaja dalam mencapai perkembangan identitas diri. Bahkan, saat ini, banyak remaja mengalami kesulitan dalam mengenali identitas mereka sendiri, apa potensi mereka dan ke mana mereka pergi, di mana itu menjadi masalah yang sangat mendesak bagi remaja. Sedangkan untuk perkembangan spiritual remaja, tidak lepas dari perkembangan kepribadian secara keseluruhan, artinya sikap dan keyakinan spiritual seseorang dalam hidupnya tidak lain adalah teladan pribadinya yang tumbuh dan berkembang sejak lahir terutama sejak di masa lalu. Fokus dari makalah ini adalah implikasi egosentris dan spiritual remaja dalam mencapai pengembangan identitas diri. Makalah ini dilakukan melalui teknik penelitian perpustakaan. Kesimpulan dari makalah ini secara normatif menghasilkan Implikasi Remaja Egosentris dan Spiritual dalam mencapai pengembangan identitas diri yang membuat orang berikutnya menjadi orang yang unik dan berprinsip dengan peran penting dalam kehidupan dan nilai dalam masyarakat.
Implikasi egosentris dalam mencapai perkembangan identitas diri, ada suatu perkembangan yang sangat berpengaruh terhadap identitas diri pada diri remaja yaitu istilah yang dikenal egosentris.Dalam kajian ini penulis melihat begitu besar implikasi egosentris dalam suatu proses perkembangan identitas diri.Keterlibatan egosentris inilah yang ditampilkan oleh para remaja melalui suatu sikap atau tindakan untuk mencapai perkembangan identitas diri.Karena apabilah sikap atau tindakan ini salah penempatan maka akan berdampak negative bagai remaja.Artinya dalam proses pertumbuhan perkembangan pada masa remaja.Sifat egosentris ini memiliki peran penting dalam perkembangan idetitas diri.Dalam proses pencarian identitas diri, remaja dalam bertindak atau bersikap selalu mengedepankan sifat egosentrisnya.Artinya dalam melakukan suatu tindakan remaja selalu memperlihatkan sifat egosentrisnya yaitu memandangg hal-hal yang diterimanya, baik yang positif maupun hal-hal yang bersifat negative yang didapatnya dari lingkungan.Apabilah yang diterima individu itu cendrung positif maka perkembangan egonya akan baik, namum apabilah yang diterimanya bersifat negative maka akan menganggu perkembangan ego individu untuk menjadi yang diinginkanya.Adapun sifat yang mengedepankan egosentris pada diri remaja ialah suka berdebat, memberontak, mengkritik, melawan otoritas, pertahanan diri, ragu-ragu, idealisme dan lain-lain.Sehingga dari hal tersebutlah harapan kita remaja dapat melibatkan suatu tindakan tersebut pada hal yang postif serta mengikut sertakan remaja dalam berperan aktif dalam suatu kegiatan-kegiatan yang positif.Implikasi spiritual dalam mencapai perkembangan identitas diri, perkembangan spiritual remaja tidak dapat dilepaskan oleh pembinaan kepribadian secara keseluruhan.Karena perkembangan spiritual remaja adalah bagian dari kehidupan sendiri.Artinya sikap dan keyakinan spiritual seorang dalam hidupnya tidak lain dari panutan pribadinya yang bertumbuh dan kembang sejak lahir terutama semenjak dalam kandungan.Berkaitan dengan implikasi spiritual remaja dalam mencapai perkembangan identitas diri.Pada diri remaja terdapat suatu sikap dan keyakinan yang diperoleh dari pengalama-pengalaman terdahulu.Artinya kosep keyakina spiritual itu terbentuk atas pengalaman-pengalaman yang telah terjadi yang akhirnya kan berpengaruh terhadap identitas diri selanjutnya.Adapun identitas spiritual yang muncul dalam pertumbuhannya ialah adanya tindakan ikut-ikutan, percaya dengan kesadaran, kebimbangann serta ketidak percayaan terhadap tuhan.Jadi sikap dan keyakinan itu semua akan berimplikasi terhadap identitas selanjutnya.Dengan demikian kedua implikasi egosentris dan spiritual remaja dalam mecapai perkembangan identitas diri merupakan suatu proses yang perlu sekali kita respon dan kita sikapi sehingga untuk merespon dan menyikapi hal-hal yang negatif yang terjadi pada diri remaja sebaiknya harapan kita peran aktif orang tua dan masyarakatlah yang memberikan pengertian dan arahan yang bijaksana.Sehingga harapan kita generasi muda yang akan datang berdaya guna dalam menyonsong kehidupana harapan bangsa dan negara.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan identitas diri remaja, khususnya dalam konteks budaya dan sosial. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam dan observasi partisipatif, untuk memahami perspektif remaja secara lebih mendalam.. . 2. Menganalisis pengaruh perkembangan spiritual remaja terhadap pembentukan identitas diri. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana pengalaman spiritual remaja, seperti praktik keagamaan dan pencarian makna, berkontribusi terhadap pembentukan identitas diri yang positif dan sehat.. . 3. Menjelajahi peran orang tua, guru, dan tokoh masyarakat dalam mendukung perkembangan identitas diri remaja. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi-strategi yang efektif dalam mendampingi remaja, memberikan bimbingan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan identitas diri yang positif. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih dalam pengembangan program-program bimbingan dan konseling yang lebih efektif untuk remaja.
| File size | 505.69 KB |
| Pages | 34 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Pencegahan melalui pembinaan integritas, pendidikan antikorupsi, penguatan pengawasan internal, penegakan disiplin, serta reformasi birokrasi yang transparanPencegahan melalui pembinaan integritas, pendidikan antikorupsi, penguatan pengawasan internal, penegakan disiplin, serta reformasi birokrasi yang transparan
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Faktor pendukung meliputi landasan hukum yang jelas, alur pendanaan yang baik, loyalitas pegawai, dan alur data informasi yang baik. Sementara itu, faktorFaktor pendukung meliputi landasan hukum yang jelas, alur pendanaan yang baik, loyalitas pegawai, dan alur data informasi yang baik. Sementara itu, faktor
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Disiplin kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitasDisiplin kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Kecerdasan emosionalHasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Kecerdasan emosional
STIALANSTIALAN Dokumen berisi daftar isi jurnal yang menerbitkan artikel tentang penelitian dan pemikiran dalam bidang ilmu administrasi, termasuk administrasi negara,Dokumen berisi daftar isi jurnal yang menerbitkan artikel tentang penelitian dan pemikiran dalam bidang ilmu administrasi, termasuk administrasi negara,
MEJAILMIAHMEJAILMIAH 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017, serta bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penetapan batas usia memiliki5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017, serta bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penetapan batas usia memiliki
UMPOUMPO Populasi penelitian adalah alumni pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (latsar CPNS) tahun 2019. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatifPopulasi penelitian adalah alumni pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (latsar CPNS) tahun 2019. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif
UNTAG SMDUNTAG SMD Populasi penelitian adalah pegawai negeri yang bekerja pada kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. Sampel penelitian dilakukan dengan pengisian kuesionerPopulasi penelitian adalah pegawai negeri yang bekerja pada kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. Sampel penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner
Useful /
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Kemudian, kurangnya pemahaman aparatur desa tentang program tersebut, tidak jarang program yang akan digulirkan menjadi replika dari desa lain. MakalahKemudian, kurangnya pemahaman aparatur desa tentang program tersebut, tidak jarang program yang akan digulirkan menjadi replika dari desa lain. Makalah
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi teknologi masih terdapat kendala berupa kesalahan pemindaian, gagal unggah dokumen, keterbatasan format PDF,Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi teknologi masih terdapat kendala berupa kesalahan pemindaian, gagal unggah dokumen, keterbatasan format PDF,
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Penerapan konsep smart city di Indonesia merupakan salah satu strategi untuk pengembangan berkelanjutan dan layanan publik yang optimal. Kota Palu, sebagaiPenerapan konsep smart city di Indonesia merupakan salah satu strategi untuk pengembangan berkelanjutan dan layanan publik yang optimal. Kota Palu, sebagai
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Sekretaris desa juga memiliki peran strategis dalam menjaga tertib administrasi. Diharapkan melalui peningkatan pembinaan dan kompetensi aparatur desaSekretaris desa juga memiliki peran strategis dalam menjaga tertib administrasi. Diharapkan melalui peningkatan pembinaan dan kompetensi aparatur desa