UTUUTU

J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)

Pengetahuan, riwayat alergi, dan lingkungan sangat memengaruhi kejadian Dermatitis, diikuti oleh faktor riwayat alergi. Dari hasil survei, masalah dalam penelitian ini adalah tingginya kasus Dermatitis di masyarakat, yang mencapai 623 poin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak Pengetahuan, riwayat alergi, dan lingkungan terhadap kejadian Dermatitis di wilayah kerja pusat kesehatan Alue Rambot, Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2022, Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menderita Dermatitis di wilayah kerja Pusat Kesehatan Alue Rambot, sebanyak 623 penderita, sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (0,1), di mana diperoleh sampel 86 responden dengan kriteria yang bersedia diwawancarai dan berada di wilayah kerja Puskesmas. Pengolahan data menggunakan uji statistik, yaitu analisis univariat dan bivariat, kemudian diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa setelah dianalisis, ternyata terdapat dampak Pengetahuan, riwayat alergi, dan lingkungan memengaruhi kejadian Dermatitis sebagaimana dibuktikan dengan nilai (P-value 0,05) dengan Rasio Prevalensi (7,302, 3,062, dan 2,460). Kesimpulannya ternyata kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab Dermatitis, adanya riwayat alergi sebelumnya, dan lingkungan mengenai kebersihan pribadi yang buruk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian Dermatitis.

Berdasarkan hasil uji statistik, ternyata dampak dari kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab Dermatitis, riwayat alergi sebelumnya, dan lingkungan yang tidak mendukung kebersihan pribadi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian Dermatitis.Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel yang diteliti memengaruhi kejadian Dermatitis baik pada pasien baru maupun lama.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan spesifik yang paling berkontribusi terhadap peningkatan risiko Dermatitis di wilayah Nagan Raya, dengan fokus pada kualitas air, paparan polusi udara, dan kondisi perumahan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam persepsi dan praktik kebersihan pribadi masyarakat terkait Dermatitis, serta hambatan yang mereka hadapi dalam menerapkan perilaku preventif. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan kasus Dermatitis dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor risiko jangka panjang yang mungkin tidak terdeteksi dalam penelitian cross-sectional. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kejadian Dermatitis di masyarakat, sehingga dapat dirumuskan intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit ini.

  1. Atopic Dermatitis | Engler | South African Family Practice. atopic dermatitis engler south african family... safpj.co.za/index.php/safpj/article/view/4932Atopic Dermatitis Engler South African Family Practice atopic dermatitis engler south african family safpj co za index php safpj article view 4932
Read online
File size195.82 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test