UM SURABAYAUM SURABAYA

Proceeding Series Universitas Muhammadiyah SurabayaProceeding Series Universitas Muhammadiyah Surabaya

Covid-19 merupakan sindrom pernafasan akut akibat infeksi Coronavirus SARS-CoV-2. Virus menempel pada reseptor angiotensin converting enzim 2 (ACE2), selain pada paru-paru reseptor ini juga diekspresikan oleh sel-sel di ginjal sehingga dapat mengakibatkan insufisiensi ginjal. Penatalaksaan pasien Covid-19 dengan penyakit ginjal kronik (PGK) umumnya sama dengan penderita Covid-19 lain berupa, antivirus, terapi pengganti fungsi ginjal, dan terapi suportif lainnya. ERA-EDTA Eropa, melaporkan 5596 kasus Covid-19 dan 1331 kematian di antara pasien hemodialisis tahun 2020. Kekhawatiran tentang kerentanan kelompok pasien PGK meningkat di tengah pandemi. Penerapan standar operasional prosedur pencegahan covid terbukti efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19 di antara pasien dengan PGK yang melakukan hemodialisa.

Penderita penyakit ginjal kronik memiliki resiko terinfeksi virus Covid-19 yang lebih tinggi dengan keparahan yang lebih signifikan dibanding dengan non-komorbid.Penatalaksaan pasien Covid-19 dengan penyakit ginjal kronik meliputi tatalaksana umum, terapi antivirus, terapi pengganti ginjal , dan terapi suportif lainnya.Obat antivirus Lopinavir/ritonavir, Darunavir, Ritonavir dan Darunavir/cobicistat telah terbukti efektif untuk pengelolaan infeksi SARS-CoV-2.Dalam hal pencegahan, dilakukan dengan selalu memakai alat pelindung diri (APD) bagi petugas, pengukuran suhu dan menerapkan skrining gejala, pasien harus memakai masker selama sesi dialisis, dan menekankan langkah-langkah keamanan (safety) untuk pasien dan staf kesehatan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan protokol penanganan pasien gagal ginjal kronik yang terpapar Covid-19, terutama yang menjalani hemodialisis. Protokol ini harus lebih ketat untuk meminimalkan risiko penyebaran Covid-19. Selain itu, penelitian mengenai efek melatonin pada pasien PGK yang menjalani dialisis dan hubungannya dengan acute respiratory distress syndrome (ARDS) juga dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, studi tentang peningkatan risiko infeksi Covid-19 pada pasien dengan komorbiditas spesifik, seperti penyakit ginjal kronik, dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang manajemen dan pencegahan infeksi Covid-19 pada kelompok rentan ini.

Read online
File size284.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test