WIDYADHARMAWIDYADHARMA

BLESSBLESS

Sastra diaspora telah berkembang pesat, menampilkan berbagai aspek seperti kontestasi identitas, postkolonialisme, trauma, dan memori. On Earth Were Briefly Gorgeous karya Ocean Vuong merupakan karya sastra kontemporer yang menonjol dengan narasi mengenai migran Asia di Amerika Serikat. Melalui penelitian kualitatif sastra, studi ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kehidupan migran tercermin melalui penggunaan tanda dan simbol dari hewan-hewan tertentu serta merek populer yang menampilkan pergumulan karakter dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Kerangka kerja Roland Barthes dalam analisis semiotik membantu mengurai simbol atau tanda dalam alur cerita melalui konsep tingkatan makna semiotik pada bentuk denotatif dan konotatif. Temuan menunjukkan bahwa merek populer dan hewan yang disebutkan dalam narasi memperkuat nuansa dalam menggambarkan migran Asia dalam upaya meraih kemandirian dan penghargaan.

Novel On Earth Were Briefly Gorgeous mendekonstruksi ilusi American Dream dengan menunjukkan bahwa barang konsumsi, makanan, dan kendaraan yang dipasarkan sebagai simbol kesuksesan, kebebasan, dan kekuatan justru mengungkapkan kenyataan rapuhnya kondisi ekonomi dan keletihan kelas pekerja.Merek dan hewan dalam narasi berfungsi sebagai simbol ideologis yang mengungkap kontradiksi kehidupan Amerika, di mana simbol-simbol kekuatan justru menyembunyikan penderitaan dan kerentanan.Melalui pendekatan semiotik, Vuong mengubah objek dan makhluk sehari-hari menjadi medan pertempuran makna yang mengharuskan pembaca merenungkan makna tersembunyi di balik merek yang dikonsumsi dan hewan yang diabaikan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana simbol hewan dalam karya sastra diaspora lainnya digunakan untuk merepresentasikan trauma transgenerasional dan identitas terpecah, serta bagaimana makna konotatifnya berbeda menurut konteks budaya tujuan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran merek global dalam membentuk identitas migran muda di negara penerima, khususnya dalam konteks kelas sosial dan pencarian rasa memiliki melalui konsumsi. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana narasi sastra queer diaspora menggunakan objek sehari-hari untuk menantang mitos maskulinitas dan kejantanan yang dominan, serta bagaimana hal ini menciptakan ruang bagi identitas yang lebih inklusif dan rentan. Ketiga arah penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang cara sastra merepresentasikan pengalaman migran secara kritis, sekaligus mengungkap dinamika kekuasaan dalam budaya konsumsi dan struktur sosial. Dengan membandingkan karya-karya dari latar belakang migran yang berbeda, penelitian bisa mengeksplorasi kesamaan dan perbedaan dalam penggunaan simbol. Pendekatan semiotik bisa diperluas dengan melibatkan analisis visual jika karya tersebut memiliki edisi berilustrasi. Selain itu, wawancara dengan pembaca dari latar belakang migran dapat memberikan wawasan tentang bagaimana simbol-simbol tersebut diinterpretasikan secara personal. Penelitian lanjutan juga bisa melihat dampak narasi semacam ini terhadap empati sosial dan kesadaran kultural di masyarakat multietnis. Dengan begitu, sastra tidak hanya dipahami sebagai karya seni, tetapi juga sebagai alat kritik sosial yang kuat. Semua ini membuka jalan bagi studi yang lebih inklusif dan kontekstual tentang suara-suara marginal dalam sastra kontemporer.

  1. Subjecting Sentences: Syntax and Power in Ocean Vuong’s On Earth We’re Briefly Gorgeous |... doi.org/10.52214/meliora.v1i2.8725Subjecting Sentences Syntax and Power in Ocean VuongAos On Earth WeAore Briefly Gorgeous doi 10 52214 meliora v1i2 8725
  2. "Review of On Earth We're Briefly Gorgeous" by Bao Diep. review earth re briefly gorgeous... doi.org/10.7771/2153-8999.1245Review of On Earth Were Briefly Gorgeous by Bao Diep review earth re briefly gorgeous doi 10 7771 2153 8999 1245
  3. The Tapestry of Remembered Lives: Autobiographical Memory and Collective Experiences in On Earth We're... jrpsjournal.in/index.php/j/article/view/3The Tapestry of Remembered Lives Autobiographical Memory and Collective Experiences in On Earth Were jrpsjournal in index php j article view 3
  4. Queer Male Asian American Disidentification in On Earth We’re Briefly Gorgeous and Neotenica |... ccsenet.org/journal/index.php/ells/article/view/0/48426Queer Male Asian American Disidentification in On Earth WeAore Briefly Gorgeous and Neotenica ccsenet journal index php ells article view 0 48426
Read online
File size357.08 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test