UMBJMUMBJM

Journal of Nursing and Health EducationJournal of Nursing and Health Education

Auditory hallucinations are a condition where the client hears clear or unclear voices, where the voices invite the client to speak or do something. Sensory perception disorders if not treated immediately will have the impact of experiencing panic and behavior controlled by hallucinations. One of the interventions that can be carried out for auditory hallucinations is thought stopping therapy. Thought stopping therapy was chosen as the superior intervention in this method because it is able to eliminate negative thoughts and change them into positive ones. Case study conducted on Mr. R with sensory perception disorders, auditory hallucinations. Mr.R had auditory hallucinations so thought stopping therapy was given for 3 days. Evaluation of 3 days of implementation, there was a decrease in the frequency of hallucinations before and after the action of giving thought stopping therapy on August 3 2023, namely still often hearing whispers, on August 4 2023 from often to rarely hearing whispers, on August 5 2023 from rarely to rarely. Based on this data, providing thought stopping therapy is effective in reducing the frequency of auditory hallucinations, so it is hoped that this method can be used by health workers.

Penurunan frekuensi halusinasi ini bisa terjadi karena ketika klien menyadari dan dapat mengidentifikasi pikiran negatif yang muncul menyertai suatu peristiwa yang menuntut penyesuaian diri, klien akan lebih mudah untuk dapat mengatasinya.Pemberian terapi thought stopping efektif menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran, sehingga diharapkan metode ini bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas terapi thought stopping pada pasien dengan halusinasi pendengaran. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan menggunakan desain penelitian yang lebih ketat, seperti randomized controlled trials, untuk memastikan generalisasi hasil. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi thought stopping dengan intervensi keperawatan lainnya, seperti terapi kognitif perilaku atau terapi farmakologis, guna menentukan pendekatan yang paling optimal. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman subjektif pasien selama menjalani terapi thought stopping, termasuk faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat keberhasilan terapi, sehingga dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan praktik keperawatan jiwa berbasis bukti dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan halusinasi pendengaran.

  1. Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok dengan Stimulasi Persepsi terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi... ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/690Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok dengan Stimulasi Persepsi terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi ji unbari ac index php ilmiah article view 690
Read online
File size181.72 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test