Tel-UTel-U

Jurnal Manajemen IndonesiaJurnal Manajemen Indonesia

Industri pertambangan batubara merupakan industri yang memiliki resiko sangat tinggi. Insiden kecelakaan kerja dapat menimpa semua pekerja dan dapat terjadi kapan saja. PT XYZ sebagai perusahaan yang bergerak di sektor penyedia jasa kontraktor pertambangan batubara juga tidak lepas dari insiden kecelakaan kerja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh safety leadership, safety motivation, dan working condition terhadap safety behavior di PT XYZ. Untuk mencapai tujuan ini, akan dilakukan pengukuran terhadap dimensi yang membentuk masing-masing variabel. Metode yang akan digunakan oleh peneliti dalam mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengembangkan dan menguji model persamaan struktural terhadap kuesioner yang sudah disebarkan kepada sampel dari populasi. Sampel penelitian terdiri dari 262 orang karyawan yang bekerja di Departemen Produksi PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety leadership dan working condition memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap safety behavior. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa safety motivation tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap safety behavior. Penelitian ini menawarkan pedoman bagi para pemimpin dalam industri pertambangan batubara tentang perilaku dan kebijakan yang harus diambil untuk meningkatkan kinerja terkait keselamatan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa safety leadership dan working conditions di PT.XYZ memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap safety behavior, sementara safety motivation tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap safety behavior.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa indikator-indikator variabel safety leadership, safety motivation, dan working condition juga termasuk dalam kategori baik melalui analisis deskriptif.XYZ perlu fokus pada safety leadership dan working condition untuk meningkatkan safety behavior.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran mediasi dari faktor-faktor seperti budaya keselamatan atau komitmen organisasi dalam hubungan antara safety leadership dan safety behavior. Hal ini penting untuk memahami mekanisme yang mendasari pengaruh safety leadership terhadap perilaku aman. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan dengan melibatkan partisipasi dari berbagai tingkatan hierarki dalam organisasi, tidak hanya operator produksi, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika keselamatan di PT XYZ. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas program pelatihan keselamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pekerja tambang batubara, dengan fokus pada peningkatan pemahaman tentang risiko dan pengembangan keterampilan untuk mengidentifikasi dan mengatasi bahaya di lingkungan kerja. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan kerja di industri pertambangan batubara, melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku aman dan pengembangan intervensi yang efektif untuk mempromosikan budaya keselamatan yang kuat.

  1. The Influence of Safety Leadership, Safety Motivation, and Working Condition on Safety Behavior at PT... doi.org/10.25124/jmi.v24i3.8614The Influence of Safety Leadership Safety Motivation and Working Condition on Safety Behavior at PT doi 10 25124 jmi v24i3 8614
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0021484APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0021484
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0016172APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0016172
Read online
File size824.23 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test