POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)

Berat badan lahir rendah merujuk pada berat badan lahir kurang dari 2500 gram (<5,5 lbs), tanpa memperhitungkan usia kehamilan. Risiko berat badan lahir rendah meningkat seiring dengan kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat, atau keduanya, malnutrisi ibu (anemia, dll.), masalah kesehatan ibu, karakteristik ibu (usia ibu tinggi/rendah, paritas, jarak kehamilan yang buruk). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (LBW) di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 275 responden yang diambil menggunakan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, status anemia dengan kejadian LBW, dan tidak terdapat hubungan antara preeklamsia dengan kejadian LBW.

Terdapat hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, status anemia dan kejadian berat badan lahir rendah (LBW), serta tidak terdapat hubungan antara preeklamsia dan kejadian berat badan lahir rendah (LBW).Penelitian selanjutnya perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian berat badan lahir rendah, serta mengeksplorasi interaksi antara faktor-faktor tersebut.Selain itu, penelitian longitudinal dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perkembangan berat badan janin selama kehamilan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi ibu hamil terkait faktor-faktor yang memengaruhi berat badan lahir bayi, terutama pada ibu dengan usia berisiko. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan janin selama kehamilan dan faktor-faktor yang memprediksi berat badan lahir rendah, dengan mempertimbangkan interaksi antara berbagai faktor risiko. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi gizi dan pemantauan kehamilan secara berkala dapat dievaluasi efektivitasnya dalam mengurangi kejadian berat badan lahir rendah, dengan fokus pada peningkatan akses layanan kesehatan bagi ibu hamil di daerah dengan angka kejadian BBLR yang tinggi. Kombinasi penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi berat badan lahir bayi dan berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif.

  1. Factors Related to The Incident of Low Birth Weight at Hospital in Palembang | Journal of Maternal and... doi.org/10.36086/maternalandchild.v5i1.2513Factors Related to The Incident of Low Birth Weight at Hospital in Palembang Journal of Maternal and doi 10 36086 maternalandchild v5i1 2513
Read online
File size526.71 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test