POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Mengingat bahwa penglihatan yang berkurang dapat memengaruhi kemampuan anak tunanetra untuk membersihkan gigi, kebersihan gigi dan mulut merupakan komponen penting dari kesehatan mereka secara keseluruhan. Indeks debris gigi yang tinggi pada anak tunanetra di SMPLB & SMALB-A YPAB Surabaya merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah buah-buahan seperti apel fuji dan pir madu yang memiliki tindakan membersihkan diri merupakan metode alternatif untuk meningkatkan kebersihan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah mengunyah pir madu dan apel fuji menurunkan indeks debris gigi pada anak tunanetra di SMPLB-A dan SMALB-A YPAB Surabaya. Metode dalam penelitian ini, pra-tes dan pasca-tes dirancang untuk satu kelompok menggunakan teknik kuantitatif dan desain penelitian kuasi-eksperimental. Dua puluh empat siswa menjadi sampel, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok mengunyah pir madu dan kelompok mengunyah apel fuji. Untuk penelitian ini, observasi dan analisis adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Baik uji-t independen maupun berpasangan digunakan dalam metode analisis data. Hasil: Temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua varietas buah tersebut berhasil menurunkan indeks serpihan gigi; meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam efek kedua kelompok (p<0,05). Kesimpulan: Apel Fuji memiliki dampak lebih tinggi daripada pir madu.
Rata-rata indeks debris pada anak tunanetra di SMPLB-A dan SMALB-A YPAB Surabaya sebelum mengonsumsi buah apel fuji dan buah pir madu tergolong kategori buruk.Mengunyah buah apel fuji menyebabkan penurunan indeks debris yang masuk kategori baik, sedangkan mengunyah buah pir madu menyebabkan penurunan dalam kategori sedang.Buah apel fuji memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan buah pir madu dalam menurunkan angka indeks debris pada gigi anak tunanetra.
Pertama, perlu dikaji efektivitas variasi buah lain yang kaya serat dan air, seperti bengkuang atau semangka, dalam menurunkan indeks debris pada anak tunanetra untuk memperluas pilihan camilan sehat. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak kombinasi mengunyah buah dan intervensi edukasi berbasis audio atau sentuhan terhadap kebiasaan kebersihan mulut jangka panjang anak tunanetra. Ketiga, perlu dilakukan studi komparasi dengan kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi buah, menggunakan sampel lebih besar dan desain acak, untuk memastikan efek pasti dari aktivitas mengunyah buah terhadap kebersihan gigi anak tunanetra di sekolah inklusi.
- Efektivitas Edukasi Kesehatan Gigi dengan Metode Kombinasi terhadap Tingkat Kebersihan Mulut pada Anak... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/34870Efektivitas Edukasi Kesehatan Gigi dengan Metode Kombinasi terhadap Tingkat Kebersihan Mulut pada Anak ejournal unsrat ac index php egigi article view 34870
- Penggunaan Metode Game Interaktif untuk Edukasi Menggosok Gigi terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut serta... doi.org/10.35790/eg.v13i1.52942Penggunaan Metode Game Interaktif untuk Edukasi Menggosok Gigi terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut serta doi 10 35790 eg v13i1 52942
- Mengunyah Buah Semangka dan Buah Pepaya California Terhadap Debris Indeks Pada Anak Tunanetra (Studi... e-journal.poltekkesjogja.ac.id/index.php/JGM/article/view/1857Mengunyah Buah Semangka dan Buah Pepaya California Terhadap Debris Indeks Pada Anak Tunanetra Studi e journal poltekkesjogja ac index php JGM article view 1857
- EFEKTIVITAS MENGUNYAH BUAH BENGKUANG DAN BUAH APEL TERHADAP PENURUNAN ANGKA DEBRIS INDEKS PADA SISWA... doi.org/10.37160/jikg.v4i3.368EFEKTIVITAS MENGUNYAH BUAH BENGKUANG DAN BUAH APEL TERHADAP PENURUNAN ANGKA DEBRIS INDEKS PADA SISWA doi 10 37160 jikg v4i3 368
- Perbedaan Indeks Debris Sebelum dan Sesudah Konsumsi Buah Pir Pada Anak 7-9 Tahun | Sinnun Maxillofacial... doi.org/10.33096/smj.v2i02.57Perbedaan Indeks Debris Sebelum dan Sesudah Konsumsi Buah Pir Pada Anak 7 9 Tahun Sinnun Maxillofacial doi 10 33096 smj v2i02 57
| File size | 346.57 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penggunaan IUD di wilayah kerja Puskesmas UPTD Lumpatan tahun 2025.Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penggunaan IUD di wilayah kerja Puskesmas UPTD Lumpatan tahun 2025.
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Prevalensi kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah di setiap provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Bali. Anak usia pra sekolah adalah salah satuPrevalensi kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah di setiap provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Bali. Anak usia pra sekolah adalah salah satu
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hasil studi ini bisa dimanfaatkan sebagai alternatif anak untuk mengganti kebiasaan mengkonsumsi makan makanan manis yang mengandung gula buatan denganHasil studi ini bisa dimanfaatkan sebagai alternatif anak untuk mengganti kebiasaan mengkonsumsi makan makanan manis yang mengandung gula buatan dengan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan basis gigi tiruan yang paling banyak digunakan di kedokteran gigi. Resin akrilik memiliki keterbatasanResin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan basis gigi tiruan yang paling banyak digunakan di kedokteran gigi. Resin akrilik memiliki keterbatasan
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengkajian data subjektif, objektif, analisa, penatalaksanaan dan evaluasi pada ibu hamil multigravida G3P2A0 usiaTujuan penelitian ini mendeskripsikan pengkajian data subjektif, objektif, analisa, penatalaksanaan dan evaluasi pada ibu hamil multigravida G3P2A0 usia
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Hasil: Dari hasil uji yang dilakukan pada 58 responden menunjukkan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi disbanding Perempuan karakteristik responden penelitianHasil: Dari hasil uji yang dilakukan pada 58 responden menunjukkan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi disbanding Perempuan karakteristik responden penelitian
STIKESNHSTIKESNH Anemia pada ibu hamil adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah ibu hamil berada di bawah 11 g/dL. Jika tidak segera ditangani, anemia dapat menimbulkanAnemia pada ibu hamil adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah ibu hamil berada di bawah 11 g/dL. Jika tidak segera ditangani, anemia dapat menimbulkan
GLOBALECONEDUGLOBALECONEDU Anemia in pregnancy, if not detected and treated early, can reduce the quality of the health of the mother and fetus during pregnancy, childbirth, postpartum,Anemia in pregnancy, if not detected and treated early, can reduce the quality of the health of the mother and fetus during pregnancy, childbirth, postpartum,
Useful /
UNISANUNISAN Studi ini menyimpulkan bahwa kapabilitas Pemerintah Desa Munsalo dalam penyelenggaraan layanan online administrasi kependudukan (Siaga Dukcapil) masihStudi ini menyimpulkan bahwa kapabilitas Pemerintah Desa Munsalo dalam penyelenggaraan layanan online administrasi kependudukan (Siaga Dukcapil) masih
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Karies adalah infeksi yang terjadi pada jaringan keras gigi, disebabkan terutama oleh Streptococcus mutans yang memetabolisme gula untuk menghasilkan asam,Karies adalah infeksi yang terjadi pada jaringan keras gigi, disebabkan terutama oleh Streptococcus mutans yang memetabolisme gula untuk menghasilkan asam,
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Salah satu hormon yang berperan penting dalam proses ini adalah oksitosin, yang berfungsi merangsang kontraksi uterus. Salah satu metode non-farmakologisSalah satu hormon yang berperan penting dalam proses ini adalah oksitosin, yang berfungsi merangsang kontraksi uterus. Salah satu metode non-farmakologis
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Kedua, kecenderungan pada meningkatnya alokasi anggaran pada pemerintah provinsi sebagai ekses pengalihan kewenangan tersebut. Ketiga, proses evaluasi,Kedua, kecenderungan pada meningkatnya alokasi anggaran pada pemerintah provinsi sebagai ekses pengalihan kewenangan tersebut. Ketiga, proses evaluasi,