POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)

Cedera traumatik gigi (TDI) dan jaringan penyangga merupakan kasus yang sering terjadi pada anak-anak. Sekitar 30-40% anak-anak mengalami trauma pada gigi sulung dengan rentang usia 2 - 6 tahun. TDI pada gigi sulung merupakan ancaman besar bagi kesehatan karena dapat mengganggu fungsi bicara, pengunyahan, estetika, dan erupsi gigi tetap sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan gigi serta rahang. Luksasi ekstrusi merupakan salah satu trauma yang sering terjadi, dimana gigi lepas sebagian dari soketnya dan tampak memanjang. Oleh karena itu, penatalaksanaan gigi luksasi ekstrusi pada anak membutukan diagnosis yang tepat, rencana perawatan dan follow-up untuk mendapatkan hasil perawatan yang baik.

Trauma pada gigi sulung sering terjadi dan dapat berdampak pada anak dan orang tuanya.Dokter gigi yang memeriksa harus mempertimbangkan faktor-faktor yang tepat sebelum memberikan perlakuan dan diagnosis yang tepat diperlukan untuk meringankan sakit dan rasa ketidaknyamanan pada anak dan untuk mengurangi risiko kerusakan pada benih gigi permanennya.Selama penanganan cedera, penting untuk mencegah timbulnya rasa takut dan kecemasan pada anak-anak.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengembangan protokol penanganan cedera gigi luksasi ekstrusi pada anak-anak. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi rasa takut dan kecemasan pada anak-anak selama proses penanganan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari cedera gigi luksasi ekstrusi pada perkembangan gigi permanen dan kesehatan mulut secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pedoman klinis yang lebih komprehensif dan efektif dalam penanganan cedera gigi luksasi ekstrusi pada anak-anak.

Read online
File size358.87 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test