UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia yang berperan besar dalam perekonomian nasional melalui kontribusinya terhadap devisa negara dan penyerapan tenaga kerja. Semut adalah pengatur utama dalam banyak ekosistem darat karena berperan sebagai predator, pemakan bangkai, dan pemindah bahan organik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi keanekaragaman spesies semut pada tanaman kelapa sawit di berbagai fase pertumbuhan di PT. Mopoli Raya, Rantau, Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan metode survei purposive sampling. Survei dilakukan masing-masing pada satu hamparan lahan perkebunan sawit yang belum menghasilkan dan lahan menghasilkan. Pada setiap hamparan atau blok ditentukan 3 plot pengamatan. Setiap plot pengamatan terdiri dari 25 pohon kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan jumlah famili semut pada perkebunan kelapa sawit yang belum menghasilkan sama dengan perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan berjumlah yaitu masing-masing 15 famili. Jumlah morfospesies semut lebih banyak ditemukan pada tanaman yang sudah berproduksi dibandingkan dengan tanaman yang belum berproduksi, yakni masing-masing sebanyak 15 dan 10 morfospesies. Spesies dominan adalah Polyrhachis memiliki jumlah tertinggi dengan 19 individu, mewakili 11% dari total populasi , Polyrhachis mendominasi dengan jumlah 31 individu (11%), Formicidae G12 (8%) dan Formicidae G10 (5%). Kekayaan, keanekaragaman dan kemerataan semut pada tanaman kelapa sawit yang telah menghasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang belum menghasilkan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keanekaragaman semut pada perkebunan kelapa sawit dipengaruhi oleh tingkat umur pertumbuhan tanaman kelapa sawit.Jumlah individu semut lebih tinggi pada lahan yang telah berproduksi dibandingkan lahan yang belum menghasilkan.Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa jenis semut dengan genus G1, G2, dan G3 yang berbeda-beda.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai interaksi spesifik antara spesies semut dominan, seperti Polyrhachis, dengan tanaman kelapa sawit, termasuk peran mereka dalam penyerbukan atau pengendalian hama. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan keanekaragaman semut pada perkebunan kelapa sawit dengan sistem pengelolaan yang berbeda, seperti perkebunan organik versus konvensional, untuk mengidentifikasi praktik-praktik yang mendukung keanekaragaman semut. Ketiga, penelitian jangka panjang diperlukan untuk memantau perubahan keanekaragaman semut seiring dengan pertumbuhan perkebunan kelapa sawit dan dampaknya terhadap kesehatan ekosistem secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang peran penting semut dalam ekosistem perkebunan kelapa sawit dan membantu mengembangkan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan memahami dinamika populasi semut dan interaksinya dengan lingkungan, kita dapat meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Read online
File size404.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test