UNSURUNSUR
AGROSCIENCEAGROSCIENCESelada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang permintaannya terus meningkat. Peningkatan permintaan ini perlu diimbangi dengan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran sapi, asam humat, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokashi kotoran sapi (A) yang terdiri atas empat taraf: A0 (0 g/polybag), A1 (90 g/polybag), A2 (180 g/polybag), dan A3 (270 g/polybag). Faktor kedua adalah asam humat (B) dengan lima taraf: B0 (0 g/L), B1 (0,25 g/L), B2 (0,5 g/L), B3 (0,75 g/L), dan B4 (1 g/L), yang diberikan melalui penyiraman (200 mL larutan per polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan lebar daun selada. Dosis 180 g/polybag (A2) memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 22,92 cm dan lebar daun 16,89 cm pada umur 35 HST, serta bobot basah 82,47 g per tanaman. Asam humat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan hasil terbaik pada dosis 0,25 g/L (B1), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun. Kombinasi bokashi dan asam humat menunjukkan interaksi positif terhadap tinggi tanaman, dengan kombinasi A2B2 (180 g bokashi 0,5 g/L asam humat) menghasilkan tinggi tanaman terbaik pada awal fase pertumbuhan, namun tidak memberikan interaksi nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun.
Pemberian bokashi kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan lebar daun selada.Dosis terbaik adalah 180 g/polybag (A2) yang memberikan pertumbuhan vegetatif dan hasil paling tinggi.Pemberian asam humat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun selada, dengan dosis terbaik 0,25 g/L (B1), namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun.Kombinasi bokashi kotoran sapi dan asam humat menunjukkan interaksi positif terhadap tinggi tanaman, dengan kombinasi A2B2 (180 g bokashi 0,5 g/L asam humat) memberikan tinggi tanaman terbaik pada fase awal pertumbuhan.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas kombinasi bokashi kotoran sapi dengan jenis pupuk organik lain, seperti kompos atau vermikompos, untuk mendapatkan sinergi yang lebih optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai pengaruh berbagai konsentrasi asam humat terhadap aktivitas mikroorganisme tanah dan ketersediaan unsur hara dalam rizosfer, terutama pada berbagai jenis tanah dengan karakteristik yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi genetik varietas selada yang paling responsif terhadap aplikasi bokashi dan asam humat, sehingga dapat dikembangkan rekomendasi spesifik untuk masing-masing varietas guna memaksimalkan potensi hasil dan kualitas tanaman. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai interaksi antara pupuk organik, asam humat, dan tanaman selada, serta berkontribusi pada pengembangan sistem budidaya selada yang lebih berkelanjutan dan efisien.
| File size | 375.4 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
ILININSTITUTEILININSTITUTE Kegiatan pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim mengenai edukasi budidaya cabai kepada generasi alpha, diharapkan menjadi perantara adanyaKegiatan pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim mengenai edukasi budidaya cabai kepada generasi alpha, diharapkan menjadi perantara adanya
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Biogas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan, menggantikan bahan bakar konvensional seperti LPG. Berdasarkan data pemantauan,Biogas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan, menggantikan bahan bakar konvensional seperti LPG. Berdasarkan data pemantauan,
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Balita pendek adalah balita dengan status gizi yang berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umurnya bila dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRSBalita pendek adalah balita dengan status gizi yang berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umurnya bila dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Teknologi pengelasan merupakan teknologi terapan yang dapat diterapkan dalam bentuk produk. Penerapan teknologi pengelasan dapat dilakukan di dunia pendidikanTeknologi pengelasan merupakan teknologi terapan yang dapat diterapkan dalam bentuk produk. Penerapan teknologi pengelasan dapat dilakukan di dunia pendidikan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI 2) Para peserta pelaku usaha kecil menengah mendapatkan informasi mengenai jenis –jenis akad dalam transaksi syariah serta trik jitu dalam lolos pinjaman2) Para peserta pelaku usaha kecil menengah mendapatkan informasi mengenai jenis –jenis akad dalam transaksi syariah serta trik jitu dalam lolos pinjaman
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan serta melakukan pendampingan penerapan teknologi microbubble generator pada pengolahanMetode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan serta melakukan pendampingan penerapan teknologi microbubble generator pada pengolahan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Adalah Asosiasi Bank Sampah (Asbak) Kabupaten Gresik suatu lembaga yang menginisiasi pergerakan adanya pengelolaan sampah dari yang asalnya tidak bergunaAdalah Asosiasi Bank Sampah (Asbak) Kabupaten Gresik suatu lembaga yang menginisiasi pergerakan adanya pengelolaan sampah dari yang asalnya tidak berguna
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Harga jual nira aren pun sangat murah, apalagi pada saat panen harganya sangat merosot tajam. Berdasarkan alasan tersebut diperlukan pengembangan inovasiHarga jual nira aren pun sangat murah, apalagi pada saat panen harganya sangat merosot tajam. Berdasarkan alasan tersebut diperlukan pengembangan inovasi
Useful /
UNSURUNSUR Perlakuan K1 (Ekstrak Serai) menjadi perlakuan tercepat dalam mematikan 50% hama rayap pada jam ke 17 diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (EkstrakPerlakuan K1 (Ekstrak Serai) menjadi perlakuan tercepat dalam mematikan 50% hama rayap pada jam ke 17 diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak
UNSURUNSUR Sementara pengecer memperoleh share keuntungan terendah yaitu 84,95%. Penelitian ini menunjukkan bahwa margin pemasaran tertinggi terjadi pada SaluranSementara pengecer memperoleh share keuntungan terendah yaitu 84,95%. Penelitian ini menunjukkan bahwa margin pemasaran tertinggi terjadi pada Saluran
ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL Data was obtained through primary and secondary data and analyzed in depth. Based on the data obtained through literacy studies and interviews, in producingData was obtained through primary and secondary data and analyzed in depth. Based on the data obtained through literacy studies and interviews, in producing
ENDLESS JOURNALENDLESS JOURNAL Fragmentasi tata kelola dan koordinasi antar‑pemerintah yang lemah terus menghambat implementasi dan menunda respons kolektif. Kebijakan yang terlaluFragmentasi tata kelola dan koordinasi antar‑pemerintah yang lemah terus menghambat implementasi dan menunda respons kolektif. Kebijakan yang terlalu