UNSURUNSUR
JURNAL AGRITAJURNAL AGRITAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal agroindustri olahan belimbing di Kota Depok, sehingga diperoleh alternatif dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan agroindustri belimbing di Depok. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan dari berbagai sumber, termasuk pemilik usaha olahan belimbing, petani belimbing, dinas pemerintah terkait, dan akademisi. Metode yang digunakan adalah analisis matriks SWOT dan prioritas alternatif strategi dipilih dengan QSPM. Hasil analisis lingkungan internal dan eksternal menunjukkan posisi agroindustri olahan belimbing di Depok berada pada sel V dengan nilai skor matriks IFE sebesar 2,69 dan EFE sebesar 2,51. Penelitian ini menghasilkan 8 alternatif strategi hasil dari matriks SWOT. Berdasarkan hasil pengolahan matriks QSPM, prioritas strategi pengembangan potensi agroindustri olahan belimbing di Depok ditunjukkan oleh nilai Total Attractive Score (TAS) yang paling besar, yaitu memperluas pemasaran dengan cara melakukan konsinyasi dengan beberapa pihak usaha dengan nilai 6,33.
Hasil analisis IFE menunjukkan kekuatan utama dari agroindustri olahan belimbing yaitu produk telah bersertifikasi dan harga produk terjangkau dengan nilai skor tertinggi sebesar 0,262.Sedangkan pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual merupakan kelemahan utama agroindustri olahan belimbing dalam mengembangkan usahanya dengan skor terendah sebesar 0,08.Berdasarkan hasil matriks EFE pada faktor strategi peluang, potensi pasar yang cukup besar serta meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja menjadi peluang tertinggi dengan skor sebesar 0,31.Sedangkan pada faktor strategi ancaman, alih fungsi lahan merupakan ancaman agroindustri olahan belimbing dalam mengembangkan bisnisnya memiliki skor 0,11.Hasil analisis matriks IE menunjukkan posisi agroindustri olahan belimbing di Kota Depok berada pada sel V dengan nilai skor matriks IFE sebesar 2,687 dan nilai skor matriks EFE sebesar 2,510.Kondisi UMKM yang berada pada sel V ini berarti alternatif strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk merupakan dasar perencanaan strategi yang tepat untuk diterapkan dalam upaya pengembangan agroindustri olahan belimbing.Hasil matriks SWOT menghasilkan 8 alternatif strategi hasil yaitu melakukan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan yang diadakan pemerintahan setempat, melakukan peningkatan kualitas produk melalui penerapan SOP olahan belimbing, melakukan promosi yang lebih intensif untuk menarik minat konsumen khususnya wisatawan serta branding produk melalui sosial media, mengajukan proposal pendanaan untuk memperoleh tambahan modal melalui pendampingan pemerintah, mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses produksi, memperluas pemasaran dengan cara melakukan konsinyasi dengan beberapa pihak usaha, melakukan kerja sama yang baik dengan pemasok bahan-bahan penunjang untuk menjaga kestabilan harga produk dan yang terakhir adalah optimasi bahan baku serta minimasi biaya produksi.Berdasarkan hasil pengolahan matriks QSPM, prioritas strategi dalam pengembangan potensi UMKM agroindustri olahan belimbing di Kota Depok ditunjukkan oleh nilai Total Attractive Score (TAS) yang paling besar yaitu memperluas pemasaran dengan cara melakukan konsinyasi dengan beberapa pihak usaha dengan nilai 6,306.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan: 1. Melakukan studi lebih mendalam tentang dampak penerapan teknologi dalam proses produksi agroindustri belimbing, terutama dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas produk. 2. Menganalisis efektivitas strategi promosi yang lebih intensif melalui media sosial dalam menarik minat konsumen, khususnya wisatawan, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan branding produk. 3. Meneliti lebih lanjut tentang sistem konsinyasi dalam memperluas pemasaran produk olahan belimbing, termasuk mengidentifikasi mitra usaha yang potensial dan strategi kolaborasi yang efektif.
| File size | 366.93 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Penelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow SelatanPenelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan
UNPERBAUNPERBA Program ini menghasilkan pembentukan 9 kelompok pengawal LP2B dan mendorong 43 petani mendaftarkan lahan mereka sebagai LP2B. Rekomendasi kebijakan mencakupProgram ini menghasilkan pembentukan 9 kelompok pengawal LP2B dan mendorong 43 petani mendaftarkan lahan mereka sebagai LP2B. Rekomendasi kebijakan mencakup
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Sedangkan perkebunan, lahan terbuka, awan, dan badan air berubah luasnya atau berkurang luasnya. Perubahan ini merupakan dampak dari aktivitas yang dilakukanSedangkan perkebunan, lahan terbuka, awan, dan badan air berubah luasnya atau berkurang luasnya. Perubahan ini merupakan dampak dari aktivitas yang dilakukan
USIUSI Bertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan C di lokasi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasanBertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan C di lokasi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasan
STTCIREBONSTTCIREBON Tata ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsiTata ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi
UNILAUNILA hutan negara, hutan rakyat, lahan terbangun, dan perkebunan yang mengalami peningkatan secara signifikan di Provinsi Lampung, yaitu lahan terbangun padahutan negara, hutan rakyat, lahan terbangun, dan perkebunan yang mengalami peningkatan secara signifikan di Provinsi Lampung, yaitu lahan terbangun pada
UNILAUNILA Perubahan ini diduga akibat erosi dan pencucian partikel tanah akibat pembakaran lahan dan hilangnya penutup vegetasi.meskipun kesuburan kimia tanah tetapPerubahan ini diduga akibat erosi dan pencucian partikel tanah akibat pembakaran lahan dan hilangnya penutup vegetasi.meskipun kesuburan kimia tanah tetap
UNILAUNILA Perubahan tutupan hutan dapat mempengaruhi nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu penyebab penurunan tutupan hutan adalah kemiskinan yang berhulukanPerubahan tutupan hutan dapat mempengaruhi nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu penyebab penurunan tutupan hutan adalah kemiskinan yang berhulukan
Useful /
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Wahbah Zuhaili terhadap QS. An-Nisā ayat 36 menekankan pentingnya pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilaiPenelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Wahbah Zuhaili terhadap QS. An-Nisā ayat 36 menekankan pentingnya pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilai
APTKLHIAPTKLHI Semakin tinggi konsentrasi ekstrak (hingga 63%) mengakibatkan mortalitas rayap yang semakin tinggi (hingga 100%) dan kehilangan berat kertas uji yang semakinSemakin tinggi konsentrasi ekstrak (hingga 63%) mengakibatkan mortalitas rayap yang semakin tinggi (hingga 100%) dan kehilangan berat kertas uji yang semakin
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Program Inspirasi Dhuha merupakan upaya sekolah untuk mengintegrasikan dimensi spiritual dalam pendidikan melalui kombinasi kegiatan sholat dhuha dan sesiProgram Inspirasi Dhuha merupakan upaya sekolah untuk mengintegrasikan dimensi spiritual dalam pendidikan melalui kombinasi kegiatan sholat dhuha dan sesi
UNILAUNILA Penelitian menemukan total 38 jenis burung dari 20 famili, dengan 19 jenis di hutan pinus, 24 jenis di hutan campuran, dan 5 jenis yang hadir di keduaPenelitian menemukan total 38 jenis burung dari 20 famili, dengan 19 jenis di hutan pinus, 24 jenis di hutan campuran, dan 5 jenis yang hadir di kedua