UMGUMG

E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan InformatikaE-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika

Penelitian ini mengusulkan sistem energi hibrida baru untuk menggerakkan kincir air di tambak udang, yang bertujuan untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas air. Dengan mengintegrasikan sumber energi surya, angin, dan air, sistem ini menawarkan solusi yang berkelanjutan dan andal untuk akuakultur. Sistem pemantauan yang tangguh, yang menggunakan sensor dan platform berbasis cloud, memungkinkan pengumpulan data waktu nyata dan kendali jarak jauh. Studi ini berfokus pada perancangan, penerapan, dan evaluasi kinerja sistem hibrida dalam berbagai kondisi pengoperasian. Hasil eksperimen menunjukkan efektivitas sistem dalam menghasilkan listrik dan menjaga kualitas air yang optimal di tambak udang. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan praktik akuakultur yang berkelanjutan dan hemat biaya.

Penelitian ini menghasilkan sistem hybrid yang mampu menghasilkan energi sekitar 2.900 Wh per hari, meskipun belum mencukupi untuk mengoperasikan kincir air berdaya 850W secara penuh.Baterai 24V 200Ah hanya dapat digunakan sebesar 2.400 Wh karena batasan DoD 50%, sehingga kincir hanya dapat beroperasi selama sekitar 2,8 jam.Sistem IoT yang dilengkapi pemantauan berbasis NodeMCU, sensor PZEM-004T, dan aplikasi Blynk memungkinkan pengawasan dan kendali sistem secara real-time untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan kapasitas baterai menjadi minimal 400Ah/24V dan memperbanyak jumlah panel surya serta turbin angin guna memperpanjang durasi operasional kincir air. Penggunaan kincir sebaiknya dioptimalkan pada saat produksi energi mencapai puncaknya, seperti di siang hari atau saat angin kencang. Selain itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan algoritma kontrol yang lebih cerdas untuk mengoptimalkan penggunaan energi dari berbagai sumber, serta integrasi sistem prediksi cuaca untuk mengantisipasi fluktuasi pasokan energi. Pengembangan sistem monitoring kualitas air yang lebih komprehensif, termasuk parameter seperti pH, salinitas, dan kadar amonia, juga dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk pengelolaan tambak udang yang lebih efektif. Terakhir, studi kelayakan ekonomi perlu dilakukan untuk mengevaluasi potensi pengembalian investasi dari sistem energi hibrida ini dalam skala komersial.

  1. PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBANGKIT LISRIK HYBRID PHOTOVOLTAIC DAN TURBIN ANGIN MODEL HORIZONTAL... doi.org/10.31764/jmm.v6i6.11028PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBANGKIT LISRIK HYBRID PHOTOVOLTAIC DAN TURBIN ANGIN MODEL HORIZONTAL doi 10 31764 jmm v6i6 11028
  2. Monitoring Kualitas Air Tambak Udang Menggunakan NodeMCU, Firebase, dan Flutter | Jurnal Teknik Informatika... journal.maranatha.edu/index.php/jutisi/article/view/2365Monitoring Kualitas Air Tambak Udang Menggunakan NodeMCU Firebase dan Flutter Jurnal Teknik Informatika journal maranatha edu index php jutisi article view 2365
  3. Prototipe Pengawasan Suhu secara Real-Time dan Pengontrolan Dua Motor Listrik secara Otomatis Berbasis... doi.org/10.47709/elektriese.v13i01.2723Prototipe Pengawasan Suhu secara Real Time dan Pengontrolan Dua Motor Listrik secara Otomatis Berbasis doi 10 47709 elektriese v13i01 2723
Read online
File size896.09 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test