UBHARAJAYAUBHARAJAYA

SOCIAL PHILANTHROPICSOCIAL PHILANTHROPIC

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia menyebabkan banyaknya jumlah pasien positif yang harus dirawat. Perawatan pasien positif COVID-19 merupakan tanggung jawab tenaga kesehatan, salah satunya perawat. Lonjakan jumlah pasien menjadi stresor bagi perawat dan dapat menyebabkan rendahnya kesejahteraan psikologis. Stres yang dialami berasal dari tempat kerja, yaitu rumah sakit. Pihak rumah sakit perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan perawat agar terbentuk persepsi dukungan organisasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan kesejahteraan psikologis pada perawat yang merawat pasien COVID-19. Subjek penelitian adalah perawat yang menangani pasien COVID-19 di rumah sakit Kota Bekasi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah sampel adalah 123 perawat yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% berdasarkan populasi sebanyak 2.718 perawat. Instrumen penelitian menggunakan skala persepsi dukungan organisasi dan skala kesejahteraan psikologis dengan skala likert. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan hasil 0,610 dan nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan kesejahteraan psikologis pada perawat yang menangani pasien COVID-19 di Kota Bekasi.

Terdapat hubungan signifikan antara persepsi dukungan organisasi dengan kesejahteraan psikologis pada perawat yang menangani pasien COVID-19 di Kota Bekasi.Arah hubungan bersifat positif, artinya semakin baik persepsi dukungan organisasi yang dirasakan perawat, maka semakin tinggi kesejahteraan psikologisnya.Sebaliknya, jika persepsi dukungan organisasi rendah, maka kesejahteraan psikologis perawat juga cenderung rendah.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh jenis dukungan organisasi tertentu—seperti dukungan emosional dari atasan atau insentif finansial—terhadap masing-masing dimensi kesejahteraan psikologis perawat, agar rumah sakit dapat merancang intervensi yang lebih spesifik. Kedua, penting untuk mengeksplorasi perbedaan persepsi dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis antara perawat berdasarkan lama pengalaman kerja selama pandemi, mengingat faktor usia dan pengalaman dapat memengaruhi cara menghadapi stres. Ketiga, perlu dikaji efektivitas program pendampingan mental internal rumah sakit terhadap peningkatan persepsi dukungan organisasi, apakah program tersebut secara nyata memperkuat hubungan antara dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis, sehingga dapat dikembangkan secara sistematis di berbagai fasilitas kesehatan. Ketiga saran ini membuka ruang untuk penelitian kualitatif maupun kuantitatif lanjutan yang lebih mendalam, terfokus, dan aplikatif bagi institusi kesehatan dalam membangun lingkungan kerja yang suportif bagi perawat di masa krisis kesehatan berikutnya.

  1. Keinginan Berpindah Kerja ditinjau dari Persepsi Dukungan Organisasi Karyawan Toko Matahari Medan Fair... doi.org/10.34007/jehss.v2i3.120Keinginan Berpindah Kerja ditinjau dari Persepsi Dukungan Organisasi Karyawan Toko Matahari Medan Fair doi 10 34007 jehss v2i3 120
  2. Perceived Organizational Support: A Meta-Analytic Evaluation of Organizational Support Theory - James... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0149206315575554Perceived Organizational Support A Meta Analytic Evaluation of Organizational Support Theory James journals sagepub doi 10 1177 0149206315575554
  3. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.38102/jsm.v3i2.88One moment please one moment please wait request verified doi 10 38102 jsm v3i2 88
Read online
File size163.34 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test