PELITABANGSAPELITABANGSA

Pelita TeknologiPelita Teknologi

Kadmium (Cd) merupakan logam berat yang dapat membahayakan ekosistem dan kesehatan manusia bahkan pada konsentrasi rendah. Peningkatan kadar Cd dapat mencemari rantai makanan dan menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk kerusakan ginjal. Adsorpsi dianggap sebagai metode penghilangan yang menjanjikan karena kesederhanaan, efisiensi, dan biayanya yang rendah. Penelitian ini menyelidiki potensi mahkota nanas sebagai adsorben alami untuk menghilangkan kadmium dari air. Sistem adsorpsi batch diterapkan menggunakan mahkota nanas tanpa aktivasi dengan variasi pH, konsentrasi kadmium, dan waktu kontak untuk menentukan kondisi optimal. Asam humat juga ditambahkan pada konsentrasi yang berbeda untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja adsorpsi. Adsorben dikarakterisasi menggunakan FTIR dan SEM, sementara kadar kadmium dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi optimal terjadi pada pH 7, konsentrasi Cd 10 ppm, dan waktu kontak 120 menit. Proses adsorpsi mengikuti isoterm Langmuir dan model kinetika orde kedua. Penambahan asam humat menunjukkan respons optimal pada 5%, tetapi pengaruhnya tidak signifikan. Efisiensi penghilangan maksimum mencapai 88,77%, menunjukkan bahwa mahkota nanas adalah adsorben yang efektif dan berkelanjutan untuk penghilangan Cd.

Limbah mahkota nanas sebagai adsorben efektif untuk menurunkan logam kadmium di air dengan kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 10,724 mg/g.Berdasarkan pengujian yang dilakukan, efisiensi penyisihan tertinggi pada uji variasi pH sebesar 88,77% pada pH 7, uji variasi konsentrasi kadmium mencapai 46,43% pada konsentrasi 10 ppm, dan variasi waktu kontak sebesar 85,54% pada 120 menit sehingga variasi-variasi tersebut memberikan pengaruh terhadap penurunan logam kadmium di air.Efisiensi penyisihan tertinggi pada penambahan asam humat adalah pada kadar 5% sebesar 47,13%, akan tetapi apabila dibandingkan dengan kadar 0% penambahan asam humat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap proses adsorpsi kadmium di air.

Untuk mengembangkan lebih lanjut pemanfaatan mahkota nanas sebagai adsorben efektif, beberapa arah penelitian dapat dieksplorasi. Pertama, mengingat temuan bahwa penambahan asam humat secara langsung tidak memberikan pengaruh signifikan pada adsorpsi kadmium, penelitian lanjutan dapat menyelidiki metode penggabungan asam humat yang berbeda ke dalam adsorben mahkota nanas. Misalnya, apakah modifikasi permukaan adsorben dengan asam humat melalui pra-perlakuan atau kopolimerisasi akan meningkatkan kapasitas dan selektivitas penyerapan logam kadmium, dibandingkan dengan hanya menambahkannya dalam larutan. Ini juga bisa mencakup eksplorasi jenis dan konsentrasi asam humat yang optimal untuk modifikasi ini. Kedua, karena penelitian ini menggunakan mahkota nanas tanpa aktivasi, akan sangat menarik untuk membandingkan kinerjanya dengan adsorben mahkota nanas yang diaktivasi secara kimia. Penelitian dapat meneliti berbagai agen pengaktivasi dan metode aktivasi untuk melihat apakah ini dapat secara signifikan meningkatkan jumlah situs aktif dan efisiensi penyisihan logam berat, serta mengidentifikasi mekanisme aktivasi yang paling efektif. Terakhir, untuk membawa hasil penelitian ke aplikasi nyata, perlu dilakukan studi mengenai kinerja adsorben mahkota nanas ini dalam kondisi air limbah yang sesungguhnya yang memiliki komposisi lebih kompleks, bukan hanya larutan buatan. Selain itu, penelitian tentang kemampuan regenerasi adsorben dan jumlah siklus penggunaan kembali yang dapat dicapai akan sangat penting untuk menilai keberlanjutan dan efektivitas biaya dalam skala industri. Investigasi terhadap potensi penyerapan berbagai jenis logam berat lain secara bersamaan juga dapat memberikan nilai tambah yang besar.

Read online
File size392.06 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test