POLNAMPOLNAM

Jurnal Administrasi TerapanJurnal Administrasi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kepuasan kerja terhadap kinerja perawat di RS Permata Cirebon. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya tuntutan kerja tenaga kesehatan yang seringkali memunculkan permasalahan seperti ketidakseimbangan kehidupan kerja, rendahnya kepuasan kerja, serta tekanan emosional yang berdampak pada penurunan kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh perawat RS Permata Cirebon sebanyak 90 orang, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier berganda, uji t, dan uji f dengan bantuan IBM SPSS 25. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa work-life balance (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y) dan kepuasan kerja (X2) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kinerja perawat di RS Permata Cirebon dipengaruhi oleh keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja yang saling melengkapi, dengan kepuasan kerja sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pihak manajemen rumah sakit agar merancang kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta meningkatkan aspek kepuasan kerja guna menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan keberlanjutan organisasi.

Kinerja perawat di RS Permata Cirebon dipengaruhi oleh keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja yang saling melengkapi, dengan kepuasan kerja sebagai faktor dominan.Pihak manajemen rumah sakit perlu memperhatikan kebijakan terkait pengaturan jadwal kerja, beban kerja, serta pemberian waktu istirahat yang memadai agar perawat dapat menjalankan perannya dengan optimal.Selain itu, penting untuk membangun budaya kerja yang harmonis dan mendorong komunikasi positif antar pegawai untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai pengaruh faktor-faktor lain, seperti dukungan sosial dari keluarga dan teman, terhadap work-life balance dan kinerja perawat. Kedua, penelitian dapat mengkaji efektivitas berbagai program intervensi yang dirancang untuk meningkatkan work-life balance dan kepuasan kerja, seperti program konseling atau pelatihan manajemen waktu. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi perbedaan pengaruh work-life balance dan kepuasan kerja terhadap kinerja perawat berdasarkan usia, jenis kelamin, atau tingkat pengalaman kerja. Dengan menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai cara meningkatkan kinerja perawat dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Read online
File size434.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test