4141

Pintoe: Pengabdian Teuku UmarPintoe: Pengabdian Teuku Umar

TOGA adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun, atau ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman berkhasiat obat. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan keluarga. Kelompok KKN UTU melihat potensi lahan kosong di pekarangan Kantor Desa Lae Butar untuk ditanami TOGA seperti jahe dan kunyit. Oleh karena itu, dilakukan pemanfaatan lahan untuk pembuatan TOGA di desa tersebut agar dapat memotivasi masyarakat dalam menyediakan obat herbal bagi keluarga melalui pekarangan rumah. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di pekarangan Kantor Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Pemilihan kantor desa sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan agar masyarakat dapat melihat secara keseluruhan tanaman obat yang akan ditanam. Waktu pelaksanaan adalah pada bulan Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis tanaman obat yang dapat ditanam di pekarangan Kantor Desa Lae Butar, ketujuh tanaman obat tersebut memiliki khasiat masing-masing dalam menjaga kesehatan tubuh. Jenis-jenis TOGA yang ditanam antara lain kunyit (Curcuma longa), kencur (Kaempferia galanga), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum), jahe (Zingiber officinale), serai (Piper betle), dan sirih (Cymbopogon citratus). Proses penanaman TOGA dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu: menentukan media tanam, mempersiapkan tanaman obat, dan memulai penanaman tanaman obat.

Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 7 jenis tanaman obat yang dapat ditanam di pekarangan Kantor Desa Lae Butar, masing-masing memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tubuh.Jenis TOGA yang ditanam meliputi kunyit, kencur, temulawak, jahe merah, jahe, serai, dan sirih.Proses penanaman dilakukan dalam tiga tahap, yaitu menentukan media tanam, mempersiapkan tanaman obat, dan memulai penanaman.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang efektivitas pemanfaatan TOGA dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat sintetis di Desa Lae Butar, dengan membandingkan tingkat penggunaan obat herbal dan obat modern sebelum dan sesudah pembuatan taman TOGA. Kedua, sebaiknya dikaji secara ilmiah kelayakan ekonomi dari pengembangan TOGA sebagai peluang usaha rumahan, termasuk analisis biaya, potensi pasar, serta strategi pemasaran produk olahan tanaman obat keluarga. Ketiga, perlu diteliti pengaruh edukasi berkelanjutan terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam membudidayakan dan memanfaatkan TOGA, untuk mengetahui model sosialisasi yang paling efektif dalam membangun budaya kemandirian kesehatan berbasis komunitas.

Read online
File size573.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test