ORLIORLI
Oto Rhino Laryngologica IndonesianaOto Rhino Laryngologica IndonesianaAbses retrofaring merupakan infeksi leher bagian dalam yang paling banyak terjadi pada populasi anak, meskipun dapat juga terjadi pada orang dewasa. Meskipun banyak literatur yang membahas diagnosis, pengobatan, dan komplikasi abses retrofaring pada anak-anak, namun terdapat kelangkaan informasi yang tersedia mengenai manifestasinya pada orang dewasa. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk membahas perjalanan penyakit dan penatalaksanaan abses retrofaring pada orang dewasa. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan pencarian manual e-book. Ditemukan 13 artikel mengenai abses retrofaring, namun hanya 4 literatur yang relevan dengan pertanyaan klinis dan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa abses retrofaring dapat muncul dengan berbagai gejala. Penatalaksanaan abses retrofaring pada pasien dewasa meliputi insisi dan drainase abses, serta terapi medikamentosa.
Abses retrofaring pada orang dewasa dapat muncul dengan gejala bervariasi seperti kesulitan menelan, mendengkur saat tidur, sesak napas, dan penurunan berat badan.Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis, hasil CT scan leher dengan kontras, dan kultur nanah abses.Penatalaksanaan utama meliputi insisi dan drainase abses disertai pemberian antibiotik intravena dan perawatan suportif.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai profil mikrobiologi abses retrofaring pada pasien dewasa di berbagai wilayah Indonesia untuk mengetahui jenis bakteri dominan dan pola resistensi antibiotik, sehingga dapat membantu dalam menentukan terapi empirik yang lebih tepat. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan tata laksana konservatif dibandingkan dengan intervensi bedah pada kasus abses retrofaring dewasa dengan gejala ringan atau sedang, guna memberikan pilihan penatalaksanaan yang lebih individualisasi dan minim risiko. Ketiga, diperlukan studi prospektif jangka panjang untuk menganalisis faktor risiko komplikasi dan prediktor kekambuhan pasca-tindakan, terutama pada pasien dengan kondisi penyerta seperti diabetes melitus atau gangguan imun, agar dapat dikembangkan skor risiko atau algoritme tatalaksana yang spesifik untuk populasi dewasa.
| File size | 568.21 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Namun, tiga responden yang memiliki rasio di bawah 75% dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok, riwayat sesak, hipertensi, dan obesitas.Namun, tiga responden yang memiliki rasio di bawah 75% dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok, riwayat sesak, hipertensi, dan obesitas.
YARSIYARSI Kesimpulan dari penelitian tentang Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di kalangan personil TNI AU di depo pemeliharaan 10 Bandung, berdasarkanKesimpulan dari penelitian tentang Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di kalangan personil TNI AU di depo pemeliharaan 10 Bandung, berdasarkan
IDID Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining gejala kesehatan terkait paparan gas karbon monoksida dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sumberKegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining gejala kesehatan terkait paparan gas karbon monoksida dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sumber
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penyebab utama luka bakar adalah api (51,1%), diikuti oleh air panas (21,7%), listrik (16,1%), dan bahan kimia (11,1%). Sebagian besar luka bakar yangPenyebab utama luka bakar adalah api (51,1%), diikuti oleh air panas (21,7%), listrik (16,1%), dan bahan kimia (11,1%). Sebagian besar luka bakar yang
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana melaluiOleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana melalui
DHARMAWACANADHARMAWACANA Tujuan utama adalah mengidentifikasi faktor risiko yang mempengaruhi penularan TB, termasuk karakteristik individu dan faktor lingkungan. Metode K-meansTujuan utama adalah mengidentifikasi faktor risiko yang mempengaruhi penularan TB, termasuk karakteristik individu dan faktor lingkungan. Metode K-means
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Metode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan menggunakan teknik indepth interview dengan 6 partisipanMetode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan menggunakan teknik indepth interview dengan 6 partisipan
UNJUNJ Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama dua tahun sejak 2019 hingga kini, sehingga masyarakat dianjurkan untuk selalu memakai masker dalam aktivitasPandemi Covid-19 telah berlangsung selama dua tahun sejak 2019 hingga kini, sehingga masyarakat dianjurkan untuk selalu memakai masker dalam aktivitas
Useful /
DHARMAWACANADHARMAWACANA Implementasi aplikasi terdiri dari beberapa form yang dirancang untuk mendukung proses pendistribusian alat kontrasepsi, yaitu form login, form admin,Implementasi aplikasi terdiri dari beberapa form yang dirancang untuk mendukung proses pendistribusian alat kontrasepsi, yaitu form login, form admin,
DHARMAWACANADHARMAWACANA Kriteria-kriteria yang digunakan seperti Absensi, Tanggung Jawab, Kinerja Lapangan, Kedisiplinan, Kejujuran dan Alternatif serta 10 data pegawai sebagaiKriteria-kriteria yang digunakan seperti Absensi, Tanggung Jawab, Kinerja Lapangan, Kedisiplinan, Kejujuran dan Alternatif serta 10 data pegawai sebagai
DHARMAWACANADHARMAWACANA Perkembangan teknologi jaringan komputer semakin cepat, termasuk di Lembaga Pendidikan NEO Selecta Lampung Timur yang menggunakan jaringan komputer danPerkembangan teknologi jaringan komputer semakin cepat, termasuk di Lembaga Pendidikan NEO Selecta Lampung Timur yang menggunakan jaringan komputer dan
ARSILMEDIAARSILMEDIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pariwisata, harga kopi internasional, total produksi kopi, luas lahan perkebunan rakyat penghasil, dan nilai tukarHasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pariwisata, harga kopi internasional, total produksi kopi, luas lahan perkebunan rakyat penghasil, dan nilai tukar