WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Akuntansi Dan Keuangan West ScienceJurnal Akuntansi Dan Keuangan West Science

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reformasi perpajakan terhadap persepsi wajib pajak mengenai kualitas pelayanan yang diterima. Reformasi perpajakan yang diterapkan di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi administrasi perpajakan, yang pada gilirannya mempengaruhi persepsi wajib pajak terhadap instansi perpajakan. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui survei terhadap wajib pajak di KPP Pratama Jember, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor pelayanan yang diperoleh wajib pajak, seperti keandalan, empati, bukti fisik pelayanan, dan jaminan atas kebutuhan administratif yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi perpajakan yang diikuti dengan perubahan nyata dalam pelayanan, termasuk peningkatan transparansi, kecepatan, dan kualitas interaksi antara petugas dan wajib pajak, memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap persepsi wajib pajak. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa pelayanan yang lebih baik dapat meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak dan mendukung keberhasilan reformasi perpajakan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar pemerintah terus mengembangkan sistem pelayanan yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan wajib pajak guna memperkuat dampak reformasi perpajakan.

Reformasi perpajakan meningkatkan persepsi wajib pajak terhadap pelayanan perpajakan di KPP Pratama Jember.Perubahan sistem administrasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital, memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan.Namun, reformasi yang hanya fokus pada pengawasan dan penegakan hukum tanpa peningkatan pelayanan dapat menurunkan kepuasan wajib pajak.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana penggunaan teknologi pajak berbasis kecerdasan buatan memengaruhi persepsi wajib pajak di daerah non-urban, mengingat bahwa pemanfaatan digital saat ini mungkin belum merata. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut mengenai efektivitas pelatihan petugas pajak dalam meningkatkan aspek empati dan keandalan pelayanan, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada kepatuhan wajib pajak di tingkat lokal. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dampak dari kombinasi kebijakan penegakan hukum dan pelayanan ramah terhadap persepsi wajib pajak, untuk menemukan keseimbangan yang optimal antara tindakan represif dan pendekatan suportif. Penelitian-penelitian ini dapat membantu membangun sistem perpajakan yang tidak hanya efisien, tetapi juga berbasis kepercayaan dan partisipatif. Dengan memahami dinamika psikologis dan sosial wajib pajak, otoritas pajak dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Selain itu, pendekatan kualitatif mendalam seperti studi etnografi di kantor pajak bisa mengungkap praktik sehari-hari yang memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian lanjutan juga bisa menguji model pelayanan berbasis komunitas, di mana wajib pajak dilibatkan secara aktif dalam penyusunan layanan. Variasi wilayah, latar belakang sosial ekonomi, dan tingkat literasi digital perlu menjadi pertimbangan utama dalam desain penelitian. Temuan dari studi tersebut dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif. Dengan demikian, reformasi perpajakan tidak hanya berfokus pada sistem, tetapi juga pada manusia di balik data.

  1. Pengaruh Persepsi Wajib Pajak atas e-System (e-Registration, e-Billing, e-Filing) terhadap Kualitas Pelayanan... akuntansi.pnp.ac.id/jabei/index.php/jabei/article/view/29Pengaruh Persepsi Wajib Pajak atas e System e Registration e Billing e Filing terhadap Kualitas Pelayanan akuntansi pnp ac jabei index php jabei article view 29
  2. PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK DAN PREFERENSI RISIKO TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK | JURNAL AKUNTANSI... doi.org/10.33884/jab.v3i2.1223PENGARUH PERSEPSI WAJIB PAJAK DAN PREFERENSI RISIKO TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK JURNAL AKUNTANSI doi 10 33884 jab v3i2 1223
Read online
File size562.57 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test