UBUB

TEMATEMA

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh desentralisasi, ketidakpastian lingkungan, pengendalian akuntansi dan komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial pada Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dan pembuatan keputusan secara meluas kepada tingkatan di bawahnya. Ketidakpastian lingkungan merupakan kondisi yang dirasakan oleh pemerintah untuk memprediksi sesuatu yang terjadi di lingkungannya. Pengendalian akuntansi adalah proses pengendalian yang menggunakan data akuntansi. Komitmen organisasi ialah keinginan yang kuat untuk menjadi anggota suatu organisasi. Kinerja Manajerial merupakan orang yang memegang jabatan melalui unit organisasi untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen serta mencapai tujuan organisasi. Jenis penelitian ini adalah pengujian hipotesis. Obyek penelitian adalah pejabat eselon III pada lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung. Analisa data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi dan komitmen organisasi mempengaruhi kinerja manajerial. Penelitian juga menunjukkan bahwa ketidakpastian lingkungan dan pengendalian akuntansi tidak mempengaruhi kinerja manajerial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kinerja manajerial di antaranya adalah desentralisasi dan komitmen organisasi.Desentralisasi meningkatkan kinerja manajerial walaupun ada keterbatasan pimpinan dalam pengambilan keputusan.Beban pada manajemen pusat diasumsikan dapat berkurang dengan adanya penerapan desentralisasi.Keadaan pada suatu organisasi serta pemilihan untuk menentukan kadar pengambilan keputusan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan organisasi harus mampu diprediksikan oleh pimpinan.Pimpinan yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi akan berusaha keras dalam mencapai tujuan organisasi dengan melakukan yang terbaik bagi kepentingan organisasi.Penggunaan informasi pengendalian akuntansi lingkup luas dan ketidakpastian lingkungan yang meningkat kurang digunakan untuk meningkatkan kinerja manajerial, karena pimpinan lebih berkonsentrasi untuk melaksanakan tugas-tugas rutin.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menambahkan variabel agama sebagai dimensi variabel kapasitas individu yang diharapkan dapat menjelaskan mengapa manajer publik membuat atau tidak membuat peningkatan kinerja manajerial. Populasi penelitian juga dapat diperluas untuk beberapa SKPD Pemerintah Daerah dan Kota di Provinsi Jawa Timur atau seluruh Indonesia agar dapat memberikan generalisasi pengaruh partisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial. Untuk mengantisipasi pengembalian kuesioner, peneliti lanjutan dapat melakukan pendekatan dan penjelasan kepada responden betapa pentingnya penelitian ini sehingga responden dapat termotivasi untuk mengisi dan mengembalikan kuisioner tepat waktu.

Read online
File size1.02 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test