SEANINSTITUTESEANINSTITUTE

INFOKUMINFOKUM

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja gardu distribusi dalam menjaga stabilitas jaringan listrik, khususnya dalam mengurangi dampak penurunan tegangan di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kutacane. Penurunan tegangan yang signifikan dapat memengaruhi kualitas pasokan listrik dan menyebabkan ketidakstabilan yang berdampak pada kinerja peralatan listrik pelanggan. Penelitian ini mencakup pengumpulan data mengenai kondisi gardu distribusi dan jaringan, pengukuran penurunan tegangan di titik-titik kritis jaringan, serta simulasi distribusi tegangan menggunakan perangkat lunak analisis kelistrikan. Berdasarkan hasil analisis, dilakukan optimasi gardu distribusi melalui penyesuaian kapasitas trafo, pemasangan perangkat penyeimbang beban, dan pengaturan ulang distribusi beban untuk mengurangi penurunan tegangan. Hasil optimasi menunjukkan peningkatan stabilitas tegangan pada jaringan listrik ULP Kutacane, ditandai dengan berkurangnya penurunan tegangan di area yang sebelumnya bermasalah. Optimasi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas distribusi dan meningkatkan kualitas pasokan listrik kepada pelanggan. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi teknis yang dapat diterapkan oleh ULP Kutacane dalam menjaga kinerja gardu distribusi secara berkelanjutan, sehingga meningkatkan keandalan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Optimasi kinerja gardu hubung (switching substation) di ULP Kutacane memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan stabilitas jaringan kelistrikan, khususnya dalam mengurangi efek penurunan tegangan.Strategi optimasi seperti penyesuaian tap changer trafo, penyeimbangan beban fase, dan pemasangan kapasitor bank terbukti efektif menurunkan penurunan tegangan hingga berada dalam batas standar SPLN.Setelah optimasi, nilai tegangan di berbagai titik kritis meningkat dari rata-rata 195 V menjadi 218 V dalam sistem 220 V, efisiensi distribusi daya meningkat, rugi-rugi daya aktif berkurang, dan keandalan pasokan listrik ke pelanggan membaik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang penerapan sistem pemantauan tegangan secara real-time berbasis Internet of Things (IoT) di gardu-gardu distribusi ULP Kutacane untuk mendeteksi dini penurunan tegangan dan mengoptimalkan respons pemeliharaan. Kedua, perlu dikaji potensi pemasangan perangkat regulasi tegangan otomatis (Automatic Voltage Regulator) pada jalur distribusi dengan jarak konduktor panjang dan beban tidak seimbang untuk menjaga stabilitas tegangan secara dinamis. Ketiga, perlu dievaluasi efektivitas integrasi pembangkit listrik terdistribusi tenaga surya di titik-titik ujung jaringan (end-of-line) sebagai solusi hybrid untuk mengurangi beban gardu pusat dan meningkatkan kualitas tegangan di area terpencil. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk menciptakan sistem distribusi yang lebih cerdas, efisien, dan tahan terhadap gangguan. Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, optimasi gardu dapat dikembangkan dari solusi manual menjadi sistem proaktif yang mampu beradaptasi dengan perubahan beban. Penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi aspek ekonomi dan keberlanjutan dari setiap solusi yang diusulkan. Fokus pada daerah dengan kerapuhan jaringan tinggi akan memberikan hasil yang lebih relevan. Integrasi antara otomasi, sumber energi terbarukan, dan manajemen beban akan membentuk fondasi bagi jaringan listrik masa depan yang tangguh. Penelitian ini sebaiknya dilakukan secara kolaboratif antara institusi akademik, PLN, dan pemerintah daerah. Hasilnya dapat dijadikan acuan untuk wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Read online
File size266.08 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test