SEANINSTITUTESEANINSTITUTE
INFOKUMINFOKUMPengujian ketahanan isolasi merupakan bagian penting dari pemeliharaan sistem instalasi listrik untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kabel tegangan rendah pada Gedung PT. PLN (Persero) UPP Sumbagut 1 melalui pengujian ketahanan isolasi menggunakan megger. Pengukuran dilakukan pada beberapa titik panel distribusi dengan membandingkan hasil dengan standar PUIL 2011. Hasil pengujian menunjukkan penurunan kualitas isolasi pada beberapa titik, terutama di area panel generator, yang berpotensi menyebabkan gangguan pada sistem distribusi tenaga. Penurunan ketahanan isolasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia kabel, kelembaban lingkungan, dan kondisi pemasangan. Studi ini memberikan rekomendasi untuk tindakan pencegahan berupa penggantian kabel pada titik-titik kritis dan implementasi pengujian berkala untuk menjaga kinerja sistem kelistrikan. Selain itu, evaluasi desain pemasangan dan pengendalian lingkungan juga diperlukan untuk meningkatkan umur layanan kabel dan efisiensi sistem secara keseluruhan.
Hasil pengujian ketahanan isolasi menunjukkan bahwa sistem kabel distribusi tegangan rendah di Gedung PT.PLN (Persero) UPP Sumbagut 1 sebagian besar dalam kondisi baik.Namun, terdapat indikasi penurunan kualitas isolasi pada panel P4 dan P5.Oleh karena itu, direkomendasikan penggantian kabel pada titik dengan nilai terendah (P5), inspeksi ulang berkala setiap 6 bulan, evaluasi lingkungan panel untuk mengurangi kelembaban, dan dokumentasi hasil pengujian untuk tren jangka panjang.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis material isolasi kabel yang digunakan dalam instalasi listrik di lingkungan yang berbeda, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kelembaban, suhu, dan paparan terhadap bahan kimia. Hal ini akan membantu dalam menentukan jenis material isolasi yang paling optimal untuk memastikan keandalan dan umur panjang kabel. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem pemantauan kondisi kabel secara real-time menggunakan sensor dan teknologi IoT (Internet of Things). Sistem ini dapat memberikan peringatan dini jika terjadi penurunan kualitas isolasi, sehingga memungkinkan tindakan perbaikan yang lebih cepat dan efektif. Ketiga, penting untuk melakukan analisis risiko yang lebih mendalam terhadap potensi kegagalan kabel akibat faktor-faktor lingkungan dan beban listrik, serta mengembangkan strategi mitigasi yang tepat untuk mengurangi risiko tersebut. Kombinasi dari ketiga saran ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan, serta mengurangi potensi kerugian akibat kegagalan kabel.
| File size | 188.22 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSCIENCEITSCIENCE Informan kunci meliputi Kepala Instalasi Gizi, Koordinator, ahli gizi, dan pramusaji/pemasak. Hasil menunjukkan ketidakseimbangan tenaga: ahli gizi berlebihInforman kunci meliputi Kepala Instalasi Gizi, Koordinator, ahli gizi, dan pramusaji/pemasak. Hasil menunjukkan ketidakseimbangan tenaga: ahli gizi berlebih
LMULMU Audit energi merupakan proses fundamental untuk menilai kinerja energi bangunan dan mengidentifikasi area yang dapat dikurangi konsumsinya. Studi-studi,Audit energi merupakan proses fundamental untuk menilai kinerja energi bangunan dan mengidentifikasi area yang dapat dikurangi konsumsinya. Studi-studi,
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa praktik Collaborative Governance Regime (CGR) antara Badan Amil ZakatBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa praktik Collaborative Governance Regime (CGR) antara Badan Amil Zakat
FT UNDARFT UNDAR Penelitian yang dilakukan pada paper ini mengacu pada kejadian real yang terjadi di sistem distribusi Bandar Lampung menunjukkan bahwa manuver yang dilakukanPenelitian yang dilakukan pada paper ini mengacu pada kejadian real yang terjadi di sistem distribusi Bandar Lampung menunjukkan bahwa manuver yang dilakukan
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab gangguan dengan pendekatan deduktif yang disusun dalam bentuk pohon kesalahan. Data yang digunakanMetode ini digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab gangguan dengan pendekatan deduktif yang disusun dalam bentuk pohon kesalahan. Data yang digunakan
UMSUMS Penyebab pemadaman pada penyulang T4 kebanyakan diakibatkan oleh faktor eksternal yaitu sebanyak 29% diakibatkan oleh binatang, 22% diakibatkan oleh bendaPenyebab pemadaman pada penyulang T4 kebanyakan diakibatkan oleh faktor eksternal yaitu sebanyak 29% diakibatkan oleh binatang, 22% diakibatkan oleh benda
ISASISAS Metode Buck Boost Converter dipilih karena dapat menstabilkan tegangan keluaran dari solar cell ketika cuaca tidak menentu. Jika intensitas cahaya matahariMetode Buck Boost Converter dipilih karena dapat menstabilkan tegangan keluaran dari solar cell ketika cuaca tidak menentu. Jika intensitas cahaya matahari
UMBUMB 4% - 4. 1% untuk standar 15%), sementara kandungan harmonisa tegangan (%THDv) berada di atas ambang batas yang diizinkan (3. 6% - 26. 6% untuk standar4% - 4. 1% untuk standar 15%), sementara kandungan harmonisa tegangan (%THDv) berada di atas ambang batas yang diizinkan (3. 6% - 26. 6% untuk standar
Useful /
FT UNDARFT UNDAR Stepping manual dilakukan dengan menekan tombol switch untuk mengaktifkan kapasitor. Hasil dari pengujian, baik stepping manual maupun otomatis sesuaiStepping manual dilakukan dengan menekan tombol switch untuk mengaktifkan kapasitor. Hasil dari pengujian, baik stepping manual maupun otomatis sesuai
ISASISAS Sedangkan untuk potensi biomassa dari data ang diperoleh dari BPS Kabupaten Sambas di Kecamatan Tebas terdapat lahan sawah seluas 6. 730 ha. Dari luasSedangkan untuk potensi biomassa dari data ang diperoleh dari BPS Kabupaten Sambas di Kecamatan Tebas terdapat lahan sawah seluas 6. 730 ha. Dari luas
ISASISAS Untuk mengaktifkan switching mosfet diperlukan frekuensi 32 kHz yang dikontrol oleh Arduino Uno dan dikirim oleh penggerak mosfet. Sehingga dapat menstabilkanUntuk mengaktifkan switching mosfet diperlukan frekuensi 32 kHz yang dikontrol oleh Arduino Uno dan dikirim oleh penggerak mosfet. Sehingga dapat menstabilkan
UICMUICM Perbaikan diperlukan agar mampu meningkatkan kapabilitas secara bersamaan. Rekomendasi utama yang diajukan antara lain pembuatan Standard Operating ProcedurePerbaikan diperlukan agar mampu meningkatkan kapabilitas secara bersamaan. Rekomendasi utama yang diajukan antara lain pembuatan Standard Operating Procedure