UNWUNW
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)Indonesian Journal of Midwifery (IJM)Masalah gizi pada anak balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, ditandai dengan masih ditemukannya kondisi stunting, wasting, underweight, serta overweight. Ketidakseimbangan antara asupan zat gizi dan kebutuhan tubuh pada masa balita dapat berdampak pada hambatan pertumbuhan fisik, serta peningkatan risiko kesakitan dan kematian pada usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi balita berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), dan berat badan menurut umur (BB/U) di Posyandu Desa Selat, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling, yaitu melibatkan seluruh balita yang tercatat dan hadir pada kegiatan posyandu saat penelitian dilaksanakan. Jumlah sampel sebanyak 214 balita yang tersebar di enam posyandu, yaitu Posyandu Dauh Margi Srilestari II, Angsoka I, Melati, Mawar, Teratai, dan Sakura. Data diperoleh dari pencatatan kegiatan posyandu yang meliputi umur, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan balita. Penilaian status gizi dilakukan menggunakan standar antropometri WHO berdasarkan nilai Z-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita berada pada kelompok usia 24–59 bulan. Berdasarkan indikator TB/U, mayoritas balita memiliki tinggi badan normal, namun masih ditemukan balita dengan kategori pendek dan sangat pendek di seluruh posyandu. Penilaian status gizi berdasarkan indikator BB/TB menunjukkan bahwa sebagian besar balita berada pada kategori gizi baik, meskipun masih terdapat balita dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Sementara itu, berdasarkan indikator BB/U, sebagian besar balita memiliki berat badan normal, namun masih dijumpai balita dengan berat badan kurang serta risiko berat badan lebih.
Berdasarkan hasil penelitian di enam posyandu Desa Selat, Kabupaten Buleleng, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi normal berdasarkan indikator TB/U, BB/TB, dan BB/U.Meskipun demikian, masih ditemukan balita dengan gangguan pertumbuhan linear, status gizi kurang, serta risiko gizi lebih di seluruh posyandu, yang menunjukkan adanya permasalahan gizi ganda di tingkat masyarakat.Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan upaya promotif dan preventif, khususnya melalui edukasi gizi seimbang kepada orang tua, peningkatan peran kader posyandu dalam deteksi dini masalah gizi, serta tindak lanjut intervensi gizi yang berkesinambungan guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosioekonomi dan perilaku yang memengaruhi status gizi balita di Desa Selat, seperti tingkat pendidikan orang tua, akses terhadap sumber daya pangan, dan praktik pemberian makan. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif untuk menggali perspektif dan pengalaman orang tua dalam memberikan nutrisi yang optimal bagi anak-anak mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada efektivitas intervensi gizi spesifik yang diberikan melalui posyandu, seperti pemberian makanan tambahan atau suplementasi zat gizi mikro. Penelitian ini dapat menggunakan desain quasi-eksperimen untuk mengukur dampak intervensi terhadap perbaikan status gizi balita. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran serta masyarakat dan dukungan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi balita. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan partisipatif untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi intervensi yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan demikian, upaya peningkatan status gizi balita di Desa Selat dapat dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.
- Pengukuran Status Gizi pada Anak Usia Dini dengan Metode Antropometri | JECIE (Journal of Early Childhood... doi.org/10.31537/jecie.v8i2.1842Pengukuran Status Gizi pada Anak Usia Dini dengan Metode Antropometri JECIE Journal of Early Childhood doi 10 31537 jecie v8i2 1842
- Tinjauan Naratif: Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita | Hulu | AcTion: Aceh... doi.org/10.30867/action.v7i2.632Tinjauan Naratif Faktor faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita Hulu AcTion Aceh doi 10 30867 action v7i2 632
| File size | 229.96 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWUNW Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat stres bukan merupakan determinan utama siklus menstruasi yang teratur, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktorTemuan ini mengindikasikan bahwa tingkat stres bukan merupakan determinan utama siklus menstruasi yang teratur, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor
UNWUNW Status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) yang dihitung dari data berat badan dan tinggi badan yang dilaporkan sendiri oleh responden,Status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) yang dihitung dari data berat badan dan tinggi badan yang dilaporkan sendiri oleh responden,
UNESAUNESA Unit Pelayanan Teknis Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau Surabaya (UPT PSMB-LT Surabaya) masih menghadapi proses layanan panjang, minimUnit Pelayanan Teknis Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau Surabaya (UPT PSMB-LT Surabaya) masih menghadapi proses layanan panjang, minim
UNESAUNESA Beberapa fitur utama yang dikaji meliputi personalisasi pemesanan, rekomendasi produk berbasis data, dan sistem umpan balik pelanggan. Fitur-fitur iniBeberapa fitur utama yang dikaji meliputi personalisasi pemesanan, rekomendasi produk berbasis data, dan sistem umpan balik pelanggan. Fitur-fitur ini
UNESAUNESA Diharapkan sistem ini membantu kader posyandu dalam pemantauan serta meningkatkan kesadaran orang tua. Penelitian ini berhasil merancang dan menguji sistemDiharapkan sistem ini membantu kader posyandu dalam pemantauan serta meningkatkan kesadaran orang tua. Penelitian ini berhasil merancang dan menguji sistem
4141 Artikel ini membahas peran Dinas Pendidikan Aceh Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekolah dasar di SDN Lancong dan hambatan yang dihadapi dalamArtikel ini membahas peran Dinas Pendidikan Aceh Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekolah dasar di SDN Lancong dan hambatan yang dihadapi dalam
UNESAUNESA Perlu pemahaman dan penanganan pertama saat terjadinya cedera bagi pemain sepakbola putri yang belum memahami tentang cedera. Penelitian ini bertujuanPerlu pemahaman dan penanganan pertama saat terjadinya cedera bagi pemain sepakbola putri yang belum memahami tentang cedera. Penelitian ini bertujuan
UNESAUNESA Sumber data penelitian ini adalah atlet bolavoli putri dengan rentang umur 16-18 tahun dengan jumlah 15 atlet. Hasil dari penelitian tingkat pengetahuanSumber data penelitian ini adalah atlet bolavoli putri dengan rentang umur 16-18 tahun dengan jumlah 15 atlet. Hasil dari penelitian tingkat pengetahuan
Useful /
UNWUNW Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan birthing ball dan posisi miring kiri terhadap kemajuan persalinan pada ibu bersalin di UPTDTidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan birthing ball dan posisi miring kiri terhadap kemajuan persalinan pada ibu bersalin di UPTD
UNWUNW The study population was all pregnant women registered at the TPMB PA in 2025. The sample was determined using a total sampling technique with 124 respondentsThe study population was all pregnant women registered at the TPMB PA in 2025. The sample was determined using a total sampling technique with 124 respondents
UNESAUNESA Dari penyajian data wawancara di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem rekrutmen atlet di Mercusuar Athletics Club Trenggalek tidak memiliki kriteriaDari penyajian data wawancara di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem rekrutmen atlet di Mercusuar Athletics Club Trenggalek tidak memiliki kriteria
UNESAUNESA Sedangkan nilai rata-rata VO2 Max pada atlet perokok adalah 37,88 ml/kg/menit. Nilai uji T pada nilai VO2 Max antara atlet bukan perokok dan perokok adalahSedangkan nilai rata-rata VO2 Max pada atlet perokok adalah 37,88 ml/kg/menit. Nilai uji T pada nilai VO2 Max antara atlet bukan perokok dan perokok adalah