MACHUNGMACHUNG

Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan IntermediaCitradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia

Penjualan kosmetik ditambah kepopuleran lapak online menumbuhkan tren baru dalam produk kecantikan. Tren ini dikapitalisasi oleh Freia untuk memulai bisnisnya yang baru. Tapi dengan banyaknya macam brand parfum dan subjektivitasnya diperlukan identitas dan komunikasi visual konsisten yang dapat mengkomunikasikan nilai dan konsep Freia unik. Dari itu Freia dapat dibedakan dengan brand lain. Medium itulah yang dipilih untuk Freia untuk membangun rekognisi brand untuk dapat direkognisi dan dibedakan dari kompetitor. Metode yang digunakan adalah design thinking dari buku Design Thinking Playbook oleh Michael Lewrick, Patrick Link dan Larry Leifer. Metode pengumpulan data menggunakan metode kualitatif menurut Patricia Leavy. Dengan metode ini dapat dilakukan penelitian yang holistik dan alur perancangan yang kolaboratif untuk menanggapi desain parfum yang variatif dan subjektif. Di penelitian, dari hasil analisa, akan dihasilkan identitas brand Freia baru yang dimuat dalam sebuah brand guidelines yang terdiri dari konsep brand, nilai brand, logo, slogan, palet warna, tipografi, aset grafis dan implementasinya desain pada kemasan, tanda, alat tulis, media sosial, pameran, kendaraan dan seragam. Setelah uji coba kepada narasumber, identitas brand Freia dapat terkomunikasikan dengan baik dan tidak terasosiasikan Freia dengan brand lain.

Setelah ditemukan bahwa terdapat tren dan kecenderungan untuk target audiens memiliki preferensi untuk parfum yang terlihat mahal dan memiliki estetika yang Eropa-sentris maka dibuat identitas Freia yang serupa tetapi dengan pendekatan yang lebih introspektif dan dewasa.Untuk menghasilkan itu dibuat identitas visual yang mengikuti vernakular Eropa abad ke-19 dengan desain kolateral lengkap.Sehingga dari identitas visual tersebut target audiens dapat merekognisi Freia sebagai brand parfum yang mewah tetapi tidak sembarang mewah karena narasinya yang dalam dan introspektif, sesuatu yang target audiens dapat banggakan.Dengan identitas visual ini mereka juga dapat menemukan brand parfum yang terlihat bersejarah, klasik dan mahal tetapi masih terjangkau.Hasil akhir dari desain identitas brand ini mendapat reaksi yang positif dan narasumber dimana mereka dapat merekognisi konsep dengan filosofi dan nilai Freia yang hanya dikomunikasikan melalui identitas visual Freia.Ini menunjukan identitas brand dapat direkognisi oleh target audiens yang melihatnya sehingga mendapat persepsi unik untuk Freia.Selain buku brand guidelines, perancangan ini juga didukung dengan media pendukung yaitu konten Instagram dan desain untuk Shopee, kemasan, perlengkapan parfum, bendera, stan informasi meja, meja display dan pedestal parfum.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh narasi brand Freia terhadap loyalitas konsumen, dengan fokus pada bagaimana cerita di balik parfum dapat memengaruhi keputusan pembelian dan retensi pelanggan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas strategi pemasaran digital yang disesuaikan dengan karakteristik target audiens Freia, seperti penggunaan influencer atau konten interaktif di media sosial. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih jauh persepsi konsumen terhadap parfum lokal dan bagaimana Freia dapat memposisikan diri sebagai brand yang unik dan relevan di pasar yang kompetitif.

Read online
File size914.36 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test