POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Potensi bahaya pada kegiatan industri yang bersumber dari manusia, mesin, material dan metode pada pekerjaan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Hal ini disebabkan oleh penerapan sistem manajemen K3 yang belum efektif. Maka dari itu, perlu diterapkan sistem manajemen K3 dalam mengenali potensi bahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Metode Job Safety Analysis (JSA) dapat diterapkan dalam menganalisis potensi bahaya pada pekerjaan kemudian menentukan langkah pengendalian yang efektif untuk mencegah risiko yang dapat terjadi. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi bahaya, tingkat risiko dan tindakan pengendalian bahaya di PT Sari Teknindo Perkasa Tahun 2024. Jenis penelitian ini deskriptif dengan objek penelitian potensi bahaya pekerjaan mesin bubut, las, gerinda dan sekrap. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara yang kemudian dianalisis secara naratif. Ditemukan potensi bahaya pada mesin bubut jari terlilit chuck, mata terkena bram, tersengat listrik. Las terkena paparan sinar dan percikan api. Terkena pecahan batu gerinda, kebisingan berlebih. Mesin sekrap tangan tersayat pahat, benda kerja menimpa kaki. Kesimpulan penelitian ini adalah operasi mesin bubut, las, gerinda, dan sekrap mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Disarankan perusahaan untuk menerapkan hierarki pengendalian bahaya secara menyeluruh terutama pada bahaya dengan risiko tinggi disertai keterlibatan pekerja dalam mengembangkan dan menerapkannya guna menciptakan lingkungan kerja yang aman sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Operasi mesin bubut, las, gerinda, dan sekrap mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja.Disarankan perusahaan untuk menerapkan hierarki pengendalian bahaya secara menyeluruh terutama pada bahaya dengan risiko tinggi disertai keterlibatan pekerja dalam mengembangkan dan menerapkannya guna menciptakan lingkungan kerja yang aman sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar perusahaan menerapkan hierarki pengendalian bahaya secara menyeluruh, terutama pada bahaya dengan risiko tinggi. Perusahaan juga perlu melibatkan pekerja dalam pengembangan dan penerapan hierarki pengendalian ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Selain itu, penting untuk meningkatkan pemahaman pekerja tentang keselamatan kerja melalui tes berkala dan penerapan sistem manajemen keselamatan yang lebih ketat. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem manajemen risiko K3 yang komprehensif dan efektif, serta mengeksplorasi strategi-strategi baru untuk mengurangi potensi bahaya dan kecelakaan kerja di lingkungan industri.

Read online
File size115.32 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test