STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG

JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika)JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika)

Keterliterasian ilmiah merupakan keterampilan penting yang memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan ilmiah untuk memecahkan masalah sehari-hari. Namun, tingkat literasi ilmiah di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan standar internasional. Salah satu strategi potensial untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran sains. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian literasi ilmiah berdasarkan kearifan lokal yang memenuhi kriteria kelayakan untuk meningkatkan keterampilan literasi ilmiah siswa secara komprehensif. Menggunakan metodologi penelitian dan pengembangan (R&D), studi ini dilakukan dalam tiga tahap utama: desain produk, uji coba produk, dan perakitan produk. Instrumen tersebut menjalani validasi ahli dan diuji coba pada skala terbatas dan lebih besar untuk mengevaluasi keterbacaan, indeks diskriminasi item, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tersebut valid, reliabel, dan efektif untuk menilai literasi ilmiah siswa. Hal ini membantu pendidik mendiagnosis kemampuan siswa untuk berkomunikasi, mengasosiasikan, dan menerapkan konsep ilmiah dalam konteks kehidupan nyata dan relevan secara budaya. Dengan menghubungkan pembelajaran sains dengan latar belakang budaya siswa, studi ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan fisika dan peningkatan hasil literasi ilmiah di kalangan siswa Indonesia.

Instrumen penilaian literasi ilmiah yang dikembangkan secara efektif mengukur keterampilan literasi siswa di tiga indikator utama, dengan mengintegrasikan kearifan lokal dari suku Mandar untuk relevansi kontekstual.Validasi ahli mengonfirmasi validitas konten yang tinggi, tetapi revisi diperlukan untuk meningkatkan kejelasan dan kontekstualisasi pertanyaan.Meskipun uji coba terbatas menunjukkan keterbacaan yang baik, uji coba ekstensif mengungkapkan reliabilitas yang rendah, indeks diskriminasi item yang buruk, dan banyak pertanyaan yang terlalu mudah.Siswa berkinerja terbaik dalam Menjelaskan Fenomena Ilmiah, kemungkinan karena paparan yang lebih besar terhadap pelajaran fisika, sementara mereka lebih kesulitan dengan Mengevaluasi Investigasi Ilmiah dan Menafsirkan Data.Penilaian ini memberikan pendekatan yang relevan secara budaya untuk mengukur literasi ilmiah dan dapat mendukung guru dalam mendiagnosis tingkat literasi siswa.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan instrumen penilaian yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga melibatkan aspek afektif dan psikomotorik dalam literasi ilmiah. Hal ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan elemen-elemen pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah yang mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan ilmiah dalam konteks kehidupan nyata. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal secara sistematis dan terstruktur dalam pembelajaran fisika. Model ini harus dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi pengaruh konteks sosial-budaya terhadap literasi ilmiah siswa. Penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor budaya yang dapat memfasilitasi atau menghambat pengembangan literasi ilmiah, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi tantangan tersebut.

  1. Scientific Literacy Assessment for Physics Instruction by Integration Local Wisdom of Mandar Tribe in... journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JIPF/article/view/6839Scientific Literacy Assessment for Physics Instruction by Integration Local Wisdom of Mandar Tribe in journal stkipsingkawang ac index php JIPF article view 6839
Read online
File size861.58 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test