UNIGALUNIGAL

Jurnal Keperawatan GaluhJurnal Keperawatan Galuh

Peningkatan intensitas penggunaan perangkat digital pada remaja menyebabkan durasi screen time yang tinggi, berpotensi memicu keluhan fisik seperti kelelahan mata dan nyeri kepala. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi screen time dengan kejadian kelelahan mata dan nyeri kepala pada siswa. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 279 siswa SMA Negeri 3 Sumedang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur mengenai durasi screen time dan tingkat kelelahan mata dan nyeri kepala, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman-rho. Rata-rata durasi screen time siswa mencapai 8,5 jam per hari, dan sebanyak 50,5% responden mengalami kelelahan mata. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara positif antara durasi screen time dengan kejadian kelelahan mata (p=0,038; r=0,124). Temuan ini menunjukkan bahwa durasi screen time yang tinggi berhubungan secara signifikan dengan kelelahan mata pada siswa. Secara klinis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai pembatasan screen time dan penerapan istirahat mata teratur sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mata remaja.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMAN 3 Sumedang memiliki durasi screen time yang tinggi, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan mata.Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi screen time dengan kejadian kelelahan mata pada siswa SMA Negeri 3 Sumedang, namun kekuatan hubungan tersebut tergolong lemah.Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi screen time dengan kejadian nyeri kepala.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan desain longitudinal untuk mengkaji hubungan sebab-akibat antara durasi screen time dan perkembangan kelelahan mata serta gangguan kesehatan visual lainnya pada remaja. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi siswa mengenai dampak screen time terhadap kesehatan mereka, termasuk strategi coping yang mereka gunakan. Ketiga, penelitian intervensi perlu dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi dan pelatihan mengenai penggunaan perangkat digital yang sehat, termasuk pengaturan waktu layar, ergonomi visual, dan teknik relaksasi mata, dalam mengurangi risiko kelelahan mata dan nyeri kepala pada siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan kebijakan dan program kesehatan yang efektif dalam menjaga kesehatan mata dan kesejahteraan remaja di era digital.

  1. Penggunaan Gadget oleh Anak Usia Dini | JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. gadget anak usia jiip jurnal... doi.org/10.54371/jiip.v6i2.1324Penggunaan Gadget oleh Anak Usia Dini JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan gadget anak usia jiip jurnal doi 10 54371 jiip v6i2 1324
  2. HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN KEJADIAN NYERI KEPALA PADA MAHASISWA/I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS... jurnal.fk.uisu.ac.id/index.php/ibnusina/article/view/479HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN KEJADIAN NYERI KEPALA PADA MAHASISWA I FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS jurnal fk uisu ac index php ibnusina article view 479
Read online
File size740.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test