UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Bagi sebagian orang, Facebook kerap memberikan sensasi tersendiri, membuat adrenalin bergejolak, bahkan sering lupa diri. Sedemikian dahsyatnya, Facebook bahkan mampu membentuk peradaban baru di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya masyarakat modern namun juga bagi masyarakat tradisional. Dengan Facebook, pengguna dapat memperoleh berbagai informasi sekaligus sharing pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain melalui komunitasnya. Tidak hanya sebagai sumber informasi, Facebook juga seringkali dijadikan wadah untuk berbagi cerita, dan berbagai perasaan yang tidak dapat tersalurkan dalam dunia sosial yang nyata. Melalui jejaring sosial ini pula pengguna Facebook dapat membentuk komunitas sosial tertentu yang diinginkan, seperti membuat grup, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup. Namun demikian, penggunaan Facebook yang berlebihan tidak berarti tanpa menimbulkan efek negatif. Sejumlah riset menemukan dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan Facebook yang salah.

Maraknya aksi kejahatan di media sosial, terutama Facebook, boleh jadi akibat ketidakpekaan calon korban dalam melihat front stage (panggung depan) dan back stage (panggung belakang) terhadap akun Facebook orang lain (aktor kejahatan).Padahal seperti kita maklum, apa yang ditampilkan pada foto profil belum tentu kebenarannya.Faktanya, ada banyak sekali akun Facebook yang tidak sesuai antara nama pengguna dengan foto profil yang ditampilkan.Ia tak dapat menggantikan komunikasi tatap-muka yang paling ampuh, paling persuasif, dan paling alamiah, karena model komunikasi ini menggunakan semua pancaindra manusia.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi bagaimana faktor psikologis individu, seperti tingkat kepercayaan diri dan kebutuhan sosial, memengaruhi kecenderungan mereka untuk menampilkan citra diri yang tidak sesuai dengan realitas di Facebook. Hal ini penting untuk memahami mengapa seseorang merasa perlu untuk menciptakan panggung depan yang berbeda dari panggung belakang mereka. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris dampak penggunaan Facebook terhadap kesehatan mental, seperti tingkat kecemasan, depresi, dan rasa kesepian. Dengan menggunakan skala pengukuran yang terstandarisasi, penelitian ini dapat memberikan bukti yang lebih kuat tentang hubungan antara penggunaan Facebook dan kesejahteraan psikologis. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pengguna Facebook mengembangkan strategi untuk melindungi diri dari risiko kejahatan cyber, seperti penipuan dan penculikan. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang praktik-praktik terbaik dalam penggunaan media sosial yang aman dan bertanggung jawab.

Read online
File size313.24 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test