SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Ilmiah Manajemen dan AkuntansiJurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan akuntansi akresi dalam usaha budidaya ikan lele di Kabupaten Mojokerto serta kesesuaiannya dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku di Indonesia, khususnya PSAK 241. Usaha budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat di daerah tersebut, namun belum sepenuhnya mengadopsi prinsip-prisip akuntansi secara formal, termasuk akuntansi akresi yang berkaitan dengan perubahan nilai aset biologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada 9 pelaku usaha budidaya lele di Kabupaten Mojokerto khususnya Kecamatan Mojoanyar dan Kecamatan Puri. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum menerapkan akuntansi akresi secara sistematis dalam pencatatan keuangan mereka. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman terhadap Standar Akuntansi dan belum adanya pendampingan dari pihak terkait. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi dan pelatihan mengenai akuntansi akresi serta penerapak PSAK 241 secara menyeluruh agar pelaku usaha dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan. Dengan demikian, usaha budidaya ikan lele dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pasar dan memperoleh akses permodalan yang lebih baik.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan akuntansi akresi sesuai PSAK 241 mampu menampilkan nilai wajar aset biologis berupa ikan lele dalam laporan keuangan, sehingga lebih informatif dan menggambarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.Penerapan akuntansi akresi meningkatkan relevansi dan transparansi laporan keuangan, namun juga menghadapi kendala berupa fluktuasi harga pasar, keterbatasan pengetahuan akuntansi pembudidaya, serta minimnya sistem pencatatan standar yang mudah diterapkan pada usaha kecil.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan sistem pencatatan keuangan yang sederhana dan mudah diakses oleh pembudidaya ikan lele, terutama yang berskala kecil. Selain itu, penting untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya mengenai prinsip-prinsip akuntansi akresi melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, sehingga mereka dapat mengelola keuangan usaha dengan lebih baik dan transparan. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak penerapan akuntansi akresi terhadap akses permodalan bagi usaha budidaya ikan lele, serta untuk mengembangkan model bisnis yang lebih adaptif terhadap fluktuasi harga pasar.

  1. Penerapan Pencatatan Keuangan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perusahaan Jasa Advertising Berbasis... doi.org/10.61656/sbamer.v3i2.41Penerapan Pencatatan Keuangan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perusahaan Jasa Advertising Berbasis doi 10 61656 sbamer v3i2 41
Read online
File size413.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test