STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA

Jurnal Abdimas Prakasa DakaraJurnal Abdimas Prakasa Dakara

Pengabdian ini adalah pendampingan belajar untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep geometri. Pendampingan dilakukan di Lembaga Bimbingan Belajar Kampung Cerdas Cimangis Depok, kepada 12 orang kelas IV (7 siswa) dan V (5 siswa) Sekolah Dasar yang mendapatkan hasil belajar geometri (rata-ratanya 62,75) kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kegiatan ini menerapkan pembelajaran berbasis teori van Hiele untuk menyampaikan materi geometri, yaitu; a) strategi pembelajaran ekspositori di level-0 (visualisasi) untuk memberikan pemahaman awal konsep dasar geometri berdasarkan karakterstik visual, b) model pembelajaran inkuiri di level-1 (analisis) untuk berpikir kritis dan analitis dalam mencari dan menemukan jawaban, c) model pembelajaran discovery di level-2 (deduksi informal) untuk merangsang kemampuan siswa untuk memecahkan permasalahan melalui pengumpulan dan pengolahan data untuk membuktikan suatu konsep. Kesimpulannya adalah peningkatan pemahaman geometri yang telah dicapai di level 0, siswa dapat mengenal bentuk/fitur bangun datar atau bangun ruang, di level 1, siswa mampu mendeskripsikan atau menganalisis, dan menyebutkan sifat-sifat bangun datar atau bangun ruang, di level 2, siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas. Keberhasilan pendampingan ditunjukan dengan adanya peningkatan pemahaman siswa pada konsep geometri, dibuktikan dengan hasil posttest rata-rata nilai 81 (lebih dari standar KKM, 75).

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pendampingan belajar siswa melalui beberapa model/metode dan strategi pembelajaran, maka keberhasilan untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri teori van Hiele, yang disimpulkan sebagai berikut.Pertama, peningkatan pemahaman konsep geometri di level 0, siswa mulai dapat mengenal bentuk/fitur bangun datar sambil mengelompokkan tanpa menyebutkan sifatnya.siswa sudah mengenal perbedaan gambar persegi dan persegi panjang dengan baik.Kedua, peningkatan pemahaman konsep geometri di level 1 siswa mampu mendeskripsikan atau menganalisis, dan menyebutkan sifat-sifat bangun datar atau bangun ruang dengan benar.Contoh siswa kelas IV SD dapat menyebutkan sisi–sisi berhadapan yang sama panjang dari sebuah persegi panjang, sedang siswa kelas V SD, dapat menyebutkan sisi-sisi dari bangun ruang dan dapat menghubungkan sisi ke antar bentuk, contoh siswa dapat menghubungkan garis tegak dan lurus menjadi suatu bentuk bangun dan sudut.Ketiga, peningkatan pemahaman konsep geometri di level 2, siswa kelas IV SD dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas daerah persegi, persegi Panjang yang dikaitan dengan sifat-sifatnya mampu menentukan luas dan keliling bangun datar, sedang pemahaman dalam menentukan volume bangun ruang dikaitan dengan sifat-sifatnya untuk siswa kelas V SD.siswa dapat menentukan rumus keliling dan luas pada bangun datar persegi dan persegi panjang atau bangun ruang pada kubus dan balok ke dalam masalah kehidupan sehari-hari (membuat ukuran bingkai atau lemari).

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan model pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep geometri, dengan mempertimbangkan tahapan berpikir siswa dalam belajar konsep bangun datar atau ruang. 2. Meneliti efektivitas penggunaan media gambar dan model bangun datar atau ruang dalam meningkatkan pemahaman geometri, serta mengidentifikasi jenis media dan model yang paling efektif untuk siswa. 3. Menganalisis dan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya pada materi geometri, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa mengatasi kesulitan tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep geometri, serta memberikan sumbangsih bagi peningkatan kualitas pendidikan matematika di tingkat dasar.

  1. Hasil Belajar Matematika Siswa Menggunakan Media Gambar Dengan Media Model Padat Pada Materi Geometri... journal.unpas.ac.id/index.php/pjme/article/view/4571Hasil Belajar Matematika Siswa Menggunakan Media Gambar Dengan Media Model Padat Pada Materi Geometri journal unpas ac index php pjme article view 4571
  2. Auditory Intellectually Repetition: Apakah Berdampak Pada Kemampuan Pemahaman Geometri Siswa Berkemampuan... doi.org/10.33603/jnpm.v5i1.4224Auditory Intellectually Repetition Apakah Berdampak Pada Kemampuan Pemahaman Geometri Siswa Berkemampuan doi 10 33603 jnpm v5i1 4224
  3. Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Geometri Di Sekolah Dasar | Fauzi | Kreano, Jurnal Matematika... doi.org/10.15294/kreano.v11i1.20726Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Geometri Di Sekolah Dasar Fauzi Kreano Jurnal Matematika doi 10 15294 kreano v11i1 20726
  4. Kesalahan Siswa SMP dalam Memahami Masalah Matematika Bentuk Soal Cerita | Saparwadi | MATHEMA: JURNAL... doi.org/10.33365/jm.v4i1.1499Kesalahan Siswa SMP dalam Memahami Masalah Matematika Bentuk Soal Cerita Saparwadi MATHEMA JURNAL doi 10 33365 jm v4i1 1499
Read online
File size864.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test