ST3BST3B

JURNAL TABGHAJURNAL TABGHA

Pondok Daud adalah nama yang diberikan untuk tenda yang didirikan Raja Daud di Gunung Sion di Yerusalem sebagai tempat untuk menaruh Tabut Perjanjian. Tempat itu menjadi pusat tatanan baru ibadah yang penuh sukacita dan sangat kontras jika di bandingkan dengan ibadah yang khusyuk di Tabernakel Musa. Alih-alih korban hewan, korban yang dipersembahkan di Pondok Daud adalah korban pujian, sukacita, dan ucapan syukur (Mazmur 95:2,100:4, 141:2). Pondok Daud adalah tipe penyembahan Gereja. Yesus menggenapi sistem pengorbanan Perjanjian Lama dengan kematian-Nya di kayu salib (Ibrani 1:3, 7:27, 9:12, 9:24-28). Pengorbanan Gereja, imamat Perjanjian Baru, adalah pengorbanan pujian, sukacita dan ucapan syukur (Ibrani 13:15, 1 Petrus 2:9). Tulisan ini adalah pandangan luas dari ungkapan Yakobus pada Sidang Gereja di Yerusalem pada Kisah Para Rasul 15:13-18; Untuk menunjukkan bahwa keselamatan bangsa-bangsa bukan Yahudi merupakan penggenapan nubuat Perjanjian Lama, dan bahwa mereka hidup pada masa pemulihan Pondok Daud. Para Rasul tahu bahwa Gereja adalah Pondok Daud yang dipulihkan, tempat di mana Kristus disembah, berbicara secara profetik dan berjalan dalam otoritas-Nya. Hasil dari Gereja yang mengalir dalam penyembahan “Pondok Daud, nubuatan dan otoritas adalah penuaian jiwa yang besar.

Sidang Gereja di Yerusalem memahami bahwa keselamatan bangsa-bangsa bukan Yahudi merupakan penggenapan nubuat Perjanjian Lama, dan bahwa mereka hidup di masa pemulihan Pondok Daud.Para rasul mengakui bahwa Gereja adalah Pondok Daud yang dipulihkan, tempat di mana Kristus disembah dan otoritas-Nya diwujudkan.Pemulihan ini menghasilkan penuaian jiwa yang besar melalui penyembahan, nubuatan, dan otoritas Gereja.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip penyembahan Pondok Daud dapat diterapkan dalam konteks budaya yang berbeda di seluruh dunia, dengan mempertimbangkan ekspresi musik dan seni lokal. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis perbedaan dan persamaan antara praktik penyembahan di Gereja-gereja awal dan praktik penyembahan kontemporer, untuk mengidentifikasi area di mana Gereja modern dapat belajar dari warisan spiritual para pendahulu mereka. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada peran nubuatan dan otoritas dalam Gereja saat ini, dengan mempertimbangkan bagaimana karunia-karunia rohani ini dapat digunakan untuk memajukan Kerajaan Allah dan membawa transformasi sosial.

  1. DOI Name 10.3818 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 42z crossref desc 38z justice... doi.org/10.3818DOI Name 10 3818 Values doi name values index type timestamp data hs serv 42z crossref desc 38z justice doi 10 3818
Read online
File size151.16 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test