ST3BST3B

JURNAL TABGHAJURNAL TABGHA

Pemuridan merupakan suatu tugas yang wajib dilaksanakan oleh gereja. Pemuridan memiliki pengertian sebagai suatu pola memuridkan atau mengajar dan dimuridkan kembali agar menjadi serupa dengan Kristus, pola ini membentuk suatu mata rantai yang tidak boleh terputus. Family Care merupakan wadah yang tepat dan hidup dimana proses pemuridan itu terjadi dan menghasilkan murid-murid yang produktif dan efektif dalam menggembalakan umat Allah yang di percayakan di suatu gereja lokal. Pemuridan di Family Care adalah pemuridan yang didasari oleh firman Tuhan dan bertujuan untuk mendewasakan kerohanian dan menjadikan umat yang layak bagi Tuhan. Dan dalam melaksanakan pemuridan sangat penting menggunakan strategi. Strategi dalam pemuridan di Family Care akan membuat pemuridan lebih efektif dan mempermudah tercapainya sasaran atau tujuan yang mau di capai. Kehadiran anggota Family Care di ibadah raya minggu sangat berdampak terhadap pertumbuhan kuantitas jemaat di ibadah raya dan juga di pelayanan Gereja Bethel Indonesia Tabgha Sekupang. Family Care sebagai ujung tombak penuaian jiwa sangat berperan dalam meningkatkan kuantitas jemaat di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Sekupang.

Fondasi pemuridan di Family Care yang efektif adalah Amanat Agung yang terdapat dalam Injil Mat.19-20,Tuhan Yesus memberikan mandat kepada gereja-Nya untuk memberitakan kabar baik penginjilan.Sesungguhnya tugas misi penginjilan yang menjangkau semua orang, suku dan bangsa adalah tugas gereja yang hakiki.Gereja memuridkan setiap orang yang sudah percaya dan mendidik serta mengajarkan mereka untuk menjadi murid kepada perintah Tuhan, sehingga terjadi proses pemuridan seperti yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus.Memberikan pemahaman yang baik kepada jemaat bahwa pemuridan adalah suatu proses mendidik dan mengajar semakin mengenal Tuhan serta mendewasakan mereka sekaligus mempersiapkan mereka menjadi umat yang layak bagi Tuhan yang dilakukan di Family Care,hal ini merupakan strategi yang memberi efek yang positif untuk mendewasakan kerohanian jemaat dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan sehingga menjadi serupa dengan Kristus.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pemuridan di Family Care terhadap kualitas spiritual jemaat, tidak hanya kuantitasnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengukur tingkat kedewasaan rohani jemaat sebelum dan sesudah mengikuti program pemuridan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pemuridan yang lebih adaptif terhadap konteks budaya dan sosial yang beragam di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Sekupang. Model ini dapat menggabungkan unsur-unsur lokal dan kearifan budaya untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas pemuridan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat partisipasi jemaat dalam program pemuridan di Family Care, seperti kendala waktu, transportasi, atau kurangnya motivasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang strategi intervensi yang tepat untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan meningkatkan partisipasi jemaat.

Read online
File size176.48 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test