UNUBLITARUNUBLITAR

New Psycho Aksara : Jurnal PsikologiNew Psycho Aksara : Jurnal Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menghadapi quarter life crisis pada siswa menjelang kelulusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi, menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan siswa SMA kelas XII yang mengalami Quarter Life Crisis yang berusia 17-18 tahun yang berjumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama dan tiga significant others dengan usia yang berbeda dengan subjek utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa strategi dalam menghadapi Quarter Life Crisis pada siswa menjelang kelulusan, strategi yang dijelaskan terdapat dibeberapa aspek Quarter Life Crisis diantaranya masalah mencari pekerjaan diselesaikan dengan memilih peran yang cocok dengan dirinya serta menjaga relasi dan saling bertukar pikiran dengan teman, aspek kurangnya dukungan sekitar diatasi dengan selalu menyampaikan ketika ada suatu ketidaknyamanan dengan lingkungan, aspek perasaan kecewa diatasi dengan berusaha memperbaiki meskipun harus melewati kesedihan terlebih dahulu, aspek perasaan tertekan diatasi dengan tetap berusaha mewujudkan harapan orang tua dan selalu berpikir positif dan aspek masalah eksplorasi diri diatasi dengan berusaha untuk mengambil kesempatan baru dan membangun relasi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa strategi yang digunakan siswa dalam menghadapi quarter life crisis.Strategi tersebut meliputi memilih peran yang sesuai dengan diri sendiri dan menjaga hubungan baik dengan teman saat menghadapi masalah pencarian kerja, menyampaikan ketidaknyamanan kepada lingkungan sekitar untuk mengatasi kurangnya dukungan, memperbaiki diri setelah merasa kecewa, tetap berusaha mewujudkan harapan orang tua dan berpikir positif saat merasa tertekan, serta mengambil kesempatan baru dan membangun relasi untuk mengatasi masalah eksplorasi diri.Dengan demikian, siswa dapat mengatasi quarter life crisis melalui berbagai cara yang disesuaikan dengan aspek permasalahan yang dihadapi.Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai strategi yang dapat digunakan siswa dalam menghadapi masa transisi menuju dewasa.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan intervensi berbasis sekolah yang dirancang khusus untuk membantu siswa kelas XII dalam mengelola quarter life crisis, misalnya melalui workshop atau konseling kelompok yang memfasilitasi eksplorasi minat dan bakat, perencanaan karir yang realistis, serta pengembangan keterampilan coping yang adaptif. Selain itu, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung siswa menghadapi quarter life crisis, termasuk bagaimana meningkatkan komunikasi yang efektif antara siswa, orang tua, dan guru. Penelitian di masa depan juga dapat mengeksplorasi perbedaan strategi coping yang digunakan oleh siswa dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda, serta efektivitas strategi coping tersebut dalam jangka panjang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat kepercayaan diri, dukungan sosial, dan resiliensi individu. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dan relevan bagi pengembangan program pencegahan dan penanganan quarter life crisis yang efektif bagi siswa menjelang kelulusan.

  1. DUKUNGAN SOSIAL DAN POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA REMAJA PENYINTAS GUNUNG MERAPI | Tentama | Jurnal... Doi.Org/10.14710/Jpu.13.2.133-138DUKUNGAN SOSIAL DAN POST TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA REMAJA PENYINTAS GUNUNG MERAPI Tentama Jurnal Doi Org 10 14710 Jpu 13 2 133 138
Read online
File size214 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test