169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Sosok Si Kabayan selalu diidentifikasi dengan karakter pandir, pemalas namun cerdik yang sering kali bisa mengalahkan lawan-lawannya. Namun kemunculannya dalam film genre baru yakni film sketsa pada media baru youtube, sosok Si Kabayan telah mengalami pergeseran karakter dalam bentuk pembalikan oposisi biner. Sosok Si Kabayan yang udik telah didekonstruksi menjadi Kabayan yang tinggal di kota. Begitu juga dengan kepandirannya telah bergeser pada jiwa yang memiliki nilai religius sebagai sisi lain dari tokoh Si Kabayan dalam cerita asalnya. Melalui analisis dekonstruksi Derrida nampak simbol-simbol yang dihadirkan melalui narasi visual dari film yang berjudul Si Kabayan Ditinggal Kawin pada channel youtube Kampung Utan TV. Kajian dilakukan melalui naratif cerita dan visual pada level reality representasional dan ideology. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam sejumlah unsur naratif visual terlihat sebagai bentuk penyusunan ulang dari narasi kehidupan Si Kabayan dalam cerita-cerita lisan. Berdasarkan hasil pembacaan terhadap narasi dalam film Kabayan ditinggal kawin, terdapat pembalikan hierarki oposisi biner yakni; (1) pembalikan hierarki oposisi biner pintar bodoh, (2) pembalikan hierarki oposisi biner laki-laki perempuan, (3) pembalikan hierarki oposisi biner kampung kota.

Film Kabayan Ditinggal Kawin menunjukkan adanya dekonstruksi cerita Si Kabayan melalui pembalikan hierarki oposisi biner.Pembalikan ini terlihat pada karakter Kabayan yang tidak lagi selalu menampilkan sifat pintar-bodoh, melainkan juga religius dan beruntung.Selain itu, film ini juga membalikkan oposisi biner laki-laki perempuan, di mana perempuan memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan dalam urusan jodoh.Terakhir, film ini juga membalikkan oposisi biner kota-kampung, dengan menunjukkan bahwa kota dan kampung saling melengkapi dan tidak lagi mendominasi satu sama lain.

Berdasarkan analisis terhadap film Si Kabayan Ditinggal Kawin, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana representasi nilai-nilai agama dalam karakter Kabayan modern dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap tokoh tradisional ini. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan menganalisis film-film Si Kabayan lainnya di berbagai platform media untuk mengidentifikasi tren dekonstruksi karakter dan narasi yang lebih luas. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam, seperti wawancara dengan pembuat film dan penonton, dapat memberikan wawasan tentang motivasi di balik perubahan karakter Kabayan dan dampak sosial-budaya dari transformasi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman kita tentang dinamika budaya populer, peran media dalam membentuk identitas, dan evolusi tokoh-tokoh tradisional dalam konteks modern. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi budaya dan komunikasi di Indonesia.

Read online
File size542.97 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test