JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthKelas Ibu Hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran. Faktor kurangnya pengetahuan ibu hamil menyebabkan kunjungan ibu hamil di kelas ibu hamil menjadi sangat rendah. Hal ini mengakibatkan ibu hamil tidak mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan tingkat hubungan pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu hamil. Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Ibu Hamil trimester 3 di Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang, pada bulan Februari 2019. Menggunakan teknik Purposive sampling, besar sampel 25 responden. Pengumpulan data dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 64% tingkat pengetahuan cukup dan 72% mengikuti kelas ibu hamil. Hasil uji Chi square didapatkan p = 0,000, ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu hamil. Kunjungan kelas ibu hamil merupakan wujud perilaku ibu hamil yang dalam pelaksanaannya berkaitan erat dengan pengetahuan yang dimiliki. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dimiliki semakin tinggi pula kunjungan kelas ibu hamil. Upaya meningkatkan kunjungan kelas ibu hamil dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui pendidikan kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 25 Ibu hamil di Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang, disimpulkan bahwa.Tingkat pengetahuan mengenai kelas ibu hamil sebagian besar (64%) cukup.Kunjungan kelas ibu hamil sebagian besar (72%) mengikuti kelas ibu hamil 3.Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu hamil dengan p value = 0,000.
Untuk meningkatkan kunjungan kelas ibu hamil, perlu dilakukan upaya-upaya seperti meningkatkan promosi kesehatan, melibatkan kader kesehatan untuk memberikan informasi, dan memanfaatkan sosial media. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diskusi dan kajian ilmiah terkait kelas ibu hamil dan manfaatnya dalam mengurangi risiko persalinan. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada manfaat yang diperoleh ibu hamil dari mengikuti kelas ibu hamil dan faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan kelas ibu hamil.
| File size | 447.11 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebutuhan kader terhadap informasi tumbuh kembang anak di wilayah kerja Puskesmas KecamatanTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebutuhan kader terhadap informasi tumbuh kembang anak di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
JQWHJQWH Metode penelitian ini secara kuantitatif dengan studi true experiment dengan teknik pre-post test with control group design terhadap 62 ibu hamil padaMetode penelitian ini secara kuantitatif dengan studi true experiment dengan teknik pre-post test with control group design terhadap 62 ibu hamil pada
JQWHJQWH Hasil penelitian secara parsial pengetahuan tentang antenatal care Terpadu pada Ibu Hamil (X1) diperoleh nilai p-value sebesar 0,036 < α = 0,05 sehinggaHasil penelitian secara parsial pengetahuan tentang antenatal care Terpadu pada Ibu Hamil (X1) diperoleh nilai p-value sebesar 0,036 < α = 0,05 sehingga
JQWHJQWH Variabel independen adalah metode demonstrasi, dan variabel dependen adalah keterampilan lab pemeriksaan kehamilan (ANC). Instrumen penelitian berupa kuesionerVariabel independen adalah metode demonstrasi, dan variabel dependen adalah keterampilan lab pemeriksaan kehamilan (ANC). Instrumen penelitian berupa kuesioner
JQWHJQWH Hasil uji regresi logistic menunjukkan adapengaruh pengetahuan terhadap sikap WUS dalam menggunakan kontrasepsi AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas PesantrenHasil uji regresi logistic menunjukkan adapengaruh pengetahuan terhadap sikap WUS dalam menggunakan kontrasepsi AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren
JQWHJQWH Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional pada populasi ibu yang mempunyai balita sebanyak 56 ibu dan 16 kader posyandu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional pada populasi ibu yang mempunyai balita sebanyak 56 ibu dan 16 kader posyandu.
JQWHJQWH Studi eksperimental menggunakan pre-post test with control group design yang dilakukan terhadap siswi kelas XII IPA. Sampel dipilih menggunakan purposiveStudi eksperimental menggunakan pre-post test with control group design yang dilakukan terhadap siswi kelas XII IPA. Sampel dipilih menggunakan purposive
JQWHJQWH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh continuity of care terhadap angka kejadian sectio secarea di PBM wilayah kerja Kabupaten Malang. MetodePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh continuity of care terhadap angka kejadian sectio secarea di PBM wilayah kerja Kabupaten Malang. Metode
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menilai pola makan, tingkat stres (Depression Anxiety Stress Scale/DASS-42), dan frekuensi kambuhnya gastritisData dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menilai pola makan, tingkat stres (Depression Anxiety Stress Scale/DASS-42), dan frekuensi kambuhnya gastritis
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Hasil: Hasil pre-post terapi menunjukkan penurunan skor tanda gejala risiko kekerasan: pasien 1 dari 27 ke 17, pasien 2 dari 18 ke 11, dan pasien 3 dariHasil: Hasil pre-post terapi menunjukkan penurunan skor tanda gejala risiko kekerasan: pasien 1 dari 27 ke 17, pasien 2 dari 18 ke 11, dan pasien 3 dari
JQWHJQWH Prevalensi anemia dunia berkisar 40-88% pada remaja putri pada tahun 2013. Anemia pada remaja menyebabkan penurunan tingkat kebugaran, daya imun, dayaPrevalensi anemia dunia berkisar 40-88% pada remaja putri pada tahun 2013. Anemia pada remaja menyebabkan penurunan tingkat kebugaran, daya imun, daya
JQWHJQWH 12 menunjukkan bahwa dari 52 responden didapatkan sebagian besar dari responden tidak dapat melaksanakan aplikasi keluarga berencana sebanyak 36 orang12 menunjukkan bahwa dari 52 responden didapatkan sebagian besar dari responden tidak dapat melaksanakan aplikasi keluarga berencana sebanyak 36 orang