JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar hemoglobin < 11 gr% pada trimester I dan III, sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas tinggi, kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, inersia uteri dan partus lama, ibu lemah, atonia uteri dan menyebabkan perdarahan, syok, afibrinogenemia dan hipofibrinogenemia, infeksi intrapartum dan post partum. Salah satu alternatif terapi non farmakologis untuk memenuhi kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sayuran yang mengandung zat besi. Bayam merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung Fe tinggi dan mengandung senyawa yang diperlukan dalam sintesis hemoglobin seperti zat besi dan vitamin B komplek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil anemia sebelum dan sesudah diberikan intervensi, serta untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment (eksperimen semu) dengan rancangan pretest-posttest design yang dilaksanakan di Puskesmas Cikampek. Sampel penelitian adalah ibu hamil anemia trimester 2 dan 3 sebanyak 30 responden, dengan analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi, serta ada pengaruh jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Bidan atau tenaga kesehatan bisa mengimplementasikan pemberian jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap ibu hamil anemia karena dapat meningkatkan kadar hemoglobin lebih besar, selain itu bayam murah dan mudah didapatkan.

Berdasarkan hasil penelitian efektivitas terapi kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di UPT Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 dapat disimpulkan bahwa pada pre-test keseluruhan responden mengalami anemia (100%), kemudian pada post-test kelompok eksperimen dari total 15 responden mayoritas menjadi tidak anemia 15 (100%) setelah diberikan terapi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe.Hasil analisis dengan menggunakan Independent T-test didapatkan hasil p value = 0,001 < α (0,05) tingkat kepercayaan 95 % H0 ditolak yang berarti ada pengaruh pemberian jus bayam-jeruk nipis – madu terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil yang mengalami anemia.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas terapi kombinasi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap parameter hematologi lainnya, seperti sel darah merah, hematokrit, dan indeks eritrosit, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampaknya terhadap status anemia pada ibu hamil. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol yang menerima suplemen zat besi standar untuk membandingkan efektivitas terapi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe dengan pendekatan farmakologis. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari konsumsi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin, serta kesehatan ibu pasca melahirkan. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai manfaat terapi jus bayam-jeruk nipis-madu dengan Fe dalam mengatasi anemia pada ibu hamil dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Read online
File size340.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test