JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

KB IUD Pasca Placenta adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang dalam rahim (AKDR) atau IUD pasca placenta. IUD (Intra Uterin Device) merupakan alat kontrasepsi terbuat dari plastik yang fleksibel dipasang dalam rahim (BKKBN, 2014). Berdasarkan data BKKBN, pemakaian IUD di Indonesia cenderung menurun, yaitu 7,4% tahun 2003 dan mengalami penurunan tahun 2009 yaitu 4,5%. Sempat mengalami sedikit kenaikan menjadi 4,9% pada tahun 2009, namun turun lagi menjadi 4,7% pada tahun 2013. Selain itu, berdasarkan data sementara yang diperoleh di Kabupaten Jombang pada tahun 2019, pencapaian akseptor baru semua metode sebesar 9,13% dari target 10%. Pencapaian akseptor KB pasca Placenta sebesar 16,05% dari target 60%. Beberapa hal yang memengaruhi minat ibu menggunakan KB IUD pasca placenta tersebut karena pengetahuan ibu tentang KB tersebut dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jumlah subjek 50 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan, kuesioner dukungan suami, kuesioner minat ibu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik dalam IBM SPSS 16 for Windows. Hasil analisis menunjukkan signifikansi variabel pengetahuan sebesar 0,999 dan variabel dukungan suami sebesar 1,000 sehingga dapat disimpulkan tidak adanya pengaruh antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang.

Tidak terdapat pengaruh antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta.Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ibu telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai KB IUD serta adanya dukungan dari suami yang didasari oleh pengetahuan suami yang baik terhadap metode kontrasepsi tersebut.Keputusan ibu dalam memilih KB IUD lebih dipengaruhi oleh konseling dengan tenaga kesehatan dibandingkan hanya oleh pengetahuan atau dukungan suami semata.

Pertama, perlu dilakukan penelitian yang mengkaji pengaruh konseling tenaga kesehatan terhadap minat ibu menggunakan KB IUD pasca placenta, mengingat dalam penelitian ini keputusan ibu lebih banyak dipengaruhi oleh informasi dari bidan atau tenaga medis. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi minat ibu, seperti dukungan keluarga luas, pengalaman sosial, atau kepercayaan budaya terkait kontrasepsi jangka panjang. Ketiga, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas berbagai metode penyuluhan KB (seperti konseling tatap muka, media digital, atau diskusi kelompok) dalam meningkatkan penerimaan IUD di tingkat puskesmas. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang menyebutkan perlunya variabel baru, sekaligus menjawab keterbatasan yang ada dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan kontekstual terhadap keputusan reproduksi ibu.

  1. Pengetahuan dan Dukungan Suami Terhadap Minat Ibu Menggunakan KB IUD Pasca Placenta di Puskesmas Kabuh... doi.org/10.30994/jqwh.v4i2.82Pengetahuan dan Dukungan Suami Terhadap Minat Ibu Menggunakan KB IUD Pasca Placenta di Puskesmas Kabuh doi 10 30994 jqwh v4i2 82
Read online
File size198.65 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test