LMULMU

Buletin Profesi InsinyurBuletin Profesi Insinyur

Pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Laut, terus meningkat. Kabupaten Tanah Laut dikenal sebagai daerah penjual kayu galam, tetapi kulit kayu galam tidak memiliki nilai ekonomis dan hanya menghasilkan sampah. Di Kecamatan Jorong terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menghasilkan limbah B3 dalam jumlah cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat tekan beton geopolimer dengan menggunakan fly ash dan serbuk kulit kayu galam sebagai pengganti semen. Fly ash merupakan limbah B3 yang mengandung oksida logam berat dan dapat mencemari lingkungan. Beton geopolimer merupakan jenis beton yang menggunakan fly ash sebagai bahan pengganti semen dan natrium silikat sebagai aktivator. Penelitian ini menggunakan sampel beton dengan perbandingan agregat dan pasta sebesar 75:25, agregat kasar 59%, agregat halus 41%, dan faktor w/fa = 0,25. Serbuk kulit kayu galam ditambahkan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton geopolimer. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran beton normal memiliki hasil nilai kuat tekan yang paling besar dibandingkan dengan beton geopolimer dan beton geopolimer dengan penambahan serbuk kulit kayu galam. Beton geopolimer dengan penambahan serbuk kulit kayu galam memiliki hasil analisa kuat tekan yang paling rendah, yaitu 4,14 MPa. Penggunaan limbah fly ash dan serbuk kulit kayu galam dalam campuran beton pada umur 28 hari belum dapat memenuhi persyaratan SNI 1974-2021 dengan capaian kuat tekan beton untuk mutu K-225 atau setara 18,68 MPa.

Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa beton polimer ditambah serbuk kulit kayu galam dengan persentase pencampuran antara fly ash dan alkali aktivator sebesar 74.26 serta persentase antara campuran fly ash dan serbuk kulit kayu galam sebesar 75.25 mendapatkan hasil rata-rata kuat tekan pada umur 28 hari adalah 4,14 MPa.Beton polimer tanpa ditambah serbuk kulit kayu galam dengan persentase fly ash dan alkali aktivator sebesar 74.26 mendapatkan hasil rata-rata kuat tekan pada umur 28 hari adalah 10,183 MPa.Beton normal tanpa ada penambahan fly ash dan alkali aktivator serta serbuk kulit kayu galam mendapatkan hasil rata-rata kuat tekan pada umur 28 hari adalah 21,153 MPa.Penggunaan limbah fly ash dan serbuk kulit kayu galam dalam campuran beton pada umur 28 hari dalam penelitian ini belum dapat memenuhi persyaratan SNI 1974-2021 dengan capaian kuat tekan beton untuk mutu K-225 atau setara 18,68 MPa.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh persentase pencampuran fly ash dan alkali aktivator terhadap kuat tekan beton geopolimer. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian mengenai pengaruh kondisi laboratorium dan tingkat kesulitan dalam adukan beton geopolimer terhadap hasil analisa kuat tekan beton geopolimer. Terakhir, penelitian tentang pengaruh kandungan kimia silika dan alumina dalam fly ash terhadap sifat workability dan proses pengikatan antar kandungan kimia dalam campuran beton dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.

  1. Studi Beton Geopolimer Dengan Bahan Dasar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Beton | Jurnal Rekayasa Konstruksi... ejournal.ust.ac.id/index.php/JRKMS/article/view/2096Studi Beton Geopolimer Dengan Bahan Dasar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Beton Jurnal Rekayasa Konstruksi ejournal ust ac index php JRKMS article view 2096
  2. Analisis Kuat Tekan Beton Geopolimer Menggunakan Fly Ash dan Serbuk Kulit Kayu Galam | Buletin Profesi... buletinppi.ulm.ac.id/index.php/bpi/article/view/240Analisis Kuat Tekan Beton Geopolimer Menggunakan Fly Ash dan Serbuk Kulit Kayu Galam Buletin Profesi buletinppi ulm ac index php bpi article view 240
Read online
File size299.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test