UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang terus meningkat menimbulkan dampak spasial yang serius bagi kehidupan kota, terutama dengan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal atau permukiman, yang berpotensi terjadinya ketidakseimbangan kemampuan lahan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk meng dengan mengukur besaran luas lahan permukiman dan data jumlah penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan permukiman di Kota Sentani pada tahun 2023 mencapai 704.874,57 m², sementara jumlah penduduk sebanyak 73.927 jiwa. Nilai Daya Dukung Lahan Permukiman (DDPm) yang diperoleh sebesar 0,36 m²/kapita, yang menunjukkan bahwa daya dukung lahan di Kota Sentani tergolong rendah dan tidak mampu menampung kebutuhan penduduk dengan layak. Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah alih fungsi lahan yang tidak terkendali, distribusi infrastruktur yang tidak merata, serta keterbatasan lahan akibat kawasan konservasi Pegunungan Cycloop dan Danau Sentani. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung perencanaan tata ruang berbasis daya dukung lahan secara berkelanjutan, mencegah dampak negatif pembangunan seperti degradasi lingkungan dan risiko bencana, serta menjadi dasar kebijakan dalam pengelolaan dan pengembangan wilayah Kota Sentani secara bijaksana dan berkelanjutan.

Daya dukung lahan permukiman di Kota Sentani tahun 2023 berada dalam kategori rendah dengan nilai DDPm sebesar 0,36 m²/kapita, jauh di bawah standar minimum 1 m²/kapita.Hal ini menunjukkan bahwa lahan yang tersedia sudah tidak mampu menampung kebutuhan penduduk yang terus meningkat.Beberapa faktor penyebab utama dalam kondisi ini adalah tingginya pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, distribusi infrastruktur yang tidak merata, dan keterbatasan geografis akibat kawasan konservasi Pegunungan Cycloop dan Danau Sentani.Kondisi daya dukung lahan permukiman yang rendah ini berimplikasi pada tekanan besar terhadap lahan, berkurangnya daya resapan air, degradasi lingkungan, serta peningkatan risiko bencana seperti erosi dan sedimentasi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk mendukung perencanaan wilayah yang lebih berkelanjutan di Kota Sentani. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak alih fungsi lahan terhadap kualitas air Danau Sentani, dengan fokus pada identifikasi sumber-sumber polusi dan potensi mitigasinya. Kedua, penelitian tentang model pertumbuhan permukiman yang berkelanjutan, mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, dan ketersediaan fasilitas publik, dapat memberikan panduan bagi pengembangan wilayah yang lebih terpadu dan efisien. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pengembangan permukiman vertikal atau hunian susun di area-area yang padat penduduk, sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan dan mengurangi tekanan terhadap lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh strategi yang komprehensif untuk mengelola pertumbuhan permukiman di Kota Sentani secara berkelanjutan, meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

  1. Analisis Daya Dukung Lahan Permukiman Di Kota Manado | AGRI-SOSIOEKONOMI. analisis daya dukung lahan... ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jisep/article/view/49320Analisis Daya Dukung Lahan Permukiman Di Kota Manado AGRI SOSIOEKONOMI analisis daya dukung lahan ejournal unsrat ac v3 index php jisep article view 49320
Read online
File size1.16 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test