UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara anemia dan prestasi belajar remaja putri di sekolah. Jenis penelitian adalah studi cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni 2022 di salah satu Madrasah Aliyah di Kota Palu. Sampel penelitian sebanyak 34 remaja putri diambil menggunakan teknik random sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia pada remaja putri adalah 67,6%. Terdapat hubungan antara prestasi belajar dan anemia (ρ=0,034) dengan nilai PR = 0,79, 95% CI 0,00 hingga 1,52. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase anemia pada remaja putri adalah 67,6% dan dikategorikan sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius. Remaja putri yang mengalami anemia memiliki risiko 0,79 kali memiliki prestasi akademik dengan nilai C. Siswa diharapkan untuk memperhatikan asupan gizi yang adekuat; sekolah memfasilitasi program intervensi suplementasi zat besi secara berkala dan pendidikan gizi bagi siswa yang rentan, dan program kesehatan diintegrasikan dengan kurikulum pendidikan, pemantauan kesehatan, dan skrining anemia secara berkala.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa persentase anemia pada remaja putri adalah 67,6% dan dikategorikan sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius.Remaja putri yang mengalami anemia memiliki risiko 0,79 kali memiliki prestasi akademik dengan nilai C.Siswa diharapkan untuk memperhatikan asupan gizi yang adekuat.sekolah memfasilitasi program intervensi suplementasi zat besi secara berkala dan pendidikan gizi bagi siswa yang rentan, dan program kesehatan diintegrasikan dengan kurikulum pendidikan, pemantauan kesehatan, dan skrining anemia secara berkala.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengetahui hubungan kausal antara anemia dan prestasi belajar, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti status gizi, kondisi sosial ekonomi, dan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan pengalaman remaja putri terkait anemia dan dampaknya terhadap aktivitas belajar sehari-hari. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi gizi dan suplementasi zat besi dalam meningkatkan prestasi belajar dan mengurangi prevalensi anemia pada remaja putri di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif mengenai anemia dan dampaknya terhadap remaja putri dapat diperoleh, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pencegahan dan penanggulangan anemia yang lebih efektif dan terarah.

Read online
File size325.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test